Saturday, 23 March 2019

Bukan Keluarga Cemara


Marilah memulai sebuah keluarga itu dengan rasa cinta, membangunnya dengan rasa kasih sayang dan memeliharanya dengan kesetiaan. Keluarga merupakan satu hal yang paling penting dalam hidup ini yang kita miliki, karena hal yang tak akan bisa terulang adalah waktu yang terbuang sia-sia tanpa adanya keluarga disisi kita. Membuat keluarga bahagia merupakan salah satu momen yang paling membahagiakan dalam hidup dan tempat terbaik untuk bisa belajar mengenai arti sebuah pengorbanan adalah Keluarga. Seperti kata Keluarga Cemara “Harta yang paling berharga adalah Keluarga”.



Bukan yang pertama kalinya saya dan istri mengajak anak-anak untuk pulang kampung (mudik) ke rumah Atok & Nenek di Siantar. Setiap kali kami berencana untuk pergi mengunjungi Atok & Nenek membuat anak-anak kami Dighatama (5 thn) dan Dizella (3 thn) sudah sangat antusias, gak sabaran, bahkan setiap saat menanyakan perihal kapan pergi ke Siantar, menghitung hari demi hari untuk sampai waktunya tiba untuk pergi.



Sebenarnya saat ini jarak antara Kota Medan dan Siantar sudah semakin singkat, pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Medan sampai Tebing Tinggi dapat memangkas waktu tempuh sekitar 1 jam seharusnya waktu tempuh dari jalan normal adalah sekitar 2 jam, dari Tebing Tinggi - Siantar dapat ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit. Sehingga total waktu yang dapat ditempuh adalah sekitar 2 jam dalam keadaan lalu lintas normal.



Ada salah tempat yang menjadi favorit kami sekeluarga, apabila bepergian ke Siantar. Beberapa kali kami menyempatkan diri untuk mampir dan berfoto di sekitar pohon karet (rambung) yang berada di antara kota Tebing Tinggi dan Siantar. Rindang pepohonan dan alam yang masih alami serta suasana perkampungan di tempat ini membuat kami ingin kembali dan mengabadikan beberapa momen bersama keluarga.


Salam Xplorasi…!!! 

Friday, 28 December 2018

Candi Ijo, Candi Tertinggi di Yogyakarta


Candi Ijo merupakan candi tertinggi di Yogyakarta, karena memang lokasinya terletak di ketinggian sekitar 400-an meter diatas permukaan laut. Terletak di kecamatan Prambanan, Sleman hanya berjarak sekitar 4 km dari Istana Ratu Boko, jalan menuju ke Candi berupa tanjakan yang lumayan curam. Disekitar Candi Ijo terdapat lokasi penambangan Batu Gamping. Areal penambangan berupa tebing kapur berwarna putih sering dijadikan sebagai tempat pemotretan, disebut juga sebagai White Canyon. Waktu terbaik untuk menikmati Candi ini adalah disore hari untuk bisa menyaksikan Matahari tenggelam.



Dari teras Candi tersebut dapat dilihat oleh wisatawan dari kejauhan yaitu landasan dari lapangan terbang Adi Sucipto, pemukiman penduduk, areal perladangan, pemandangan Gunung Merapi, sampai pemandangan mentari senja. Sayangnya kunjungan saya ke Candi ini di siang hari, sehingga saya tidak bisa  merasakan keindahan panorama alam sekitar ketika senja. Bangunan Candi Ijo berada di lereng perbukitan yang dibangun pada sekitar abad ke-9. Bangunan yang masih utuh berada di teras tertinggi dengan satu candi utama dan tiga candi pewara.


Walaupun belum se-terkenal candi-candi seperti Borobudur atau Prambanan, tapi candi Ijo mmemiliki satu kelebihan yaitu terletak didataran tinggi sehingga dapat menikmati suasana Sunset yang sangat menawan. Karena memang tidak banyak Candi yang bisa menikmati matahari terbenam. Untuk masuk ke lokasi wisata Candi Ijo ini para pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena tiket masuknya murah.



Seperti namanya Candi Ijo, suasana warna hijau memang terasa sangat kental ditempat ini. Jalan menuju lokasi walaupun terdapat beberapa tanjakan curam, namun sudah didominasi oleh aspal, sehingga memudahkan para pengendara menuju kesana. Bukit yang dikenal dengan Gumuk Ijo tempat Candi berada merupakan bagian dari bukit Batur Agung, gak jauh dari destinasi wisata Tebing Breksi yang cukup hits di Yogyakarta.



Yah,,, Jogja memang selalu istimewa untuk saya pribadi, baik yang berada perkotaan maupun wisata alamnya serta berbagai souvenir khas yang takkan lupa untuk dibawa. Budayanya selalu membuat kota ini seperti memiliki atmosfer yang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Sejatinya banyak sekali tempat-tempat wisata yang belum di-ekspos secara luas namun memiliki potensi yang cukup menarik.


Salam Xplorasi…!!!

Sunday, 23 December 2018

Panggung Alam Dengan Disain Unik di Hutan Pinus Mangunan


Sejak dibuka pertama kalinya untuk obyek wisata ditahun 2012 oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok pengelola pinus “Pinusari”, banyak sekali fasilitas dan pelayanan yang ada disekitar tempat wisata tersebut terus dikembangkan. Telah menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Yogyakarta, Hutas pinus Mangunan yang berada di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul ini selalu ramai setiap harinya oleh dikunjungi para wisatawan.



Sebuah penggung terbuka berada ditengah rerimbunan pohon pinus yang menjulang tinggi tentunya menjadi hal yang sangat menarik untuk dilihat, dapat dijadikan spot wajib untuk berfoto. Ini adalah kunjungan kedua saya ke Hutan Pinus Mangunan, namun pada kunjungan pertama saya tidak dapat melihat tempat ini karena ditutup untuk suatu acara tertentu. Rasa penasaran terus ada didalam benak saya, sehingga pada kesempatan kedua saya dapat mendokumentasikan panggung terbuka yang sebenarnya dibangun sebagai ruang belajar tersebut.


Selain untuk kegiatan belajar, tempat tersebut dapat digunakan untuk pentas seni, acara perkumpulan sebuah institusi, foto prewedding, bahkan acara pernikahan juga dapat dilaksanakan dipanggung terbuka tersebut. Keberadaannya yang sangat unik mampu menarik para pengunjung untuk merasakan suasana panggung yang terbuat dari kayu, disertai dengan deretan bangku penonton bertingkat selayaknya bangku opera.



Hanya dengan tarif biaya masuk sebesar Rp.2.500,-, para pengunjung dapat dengan puas berkeliling ditempat tersebut, apabila ingin melakukan prewedding cukup membayar Rp.75 ribu. Untuk membuat acara ditempat tersebut juga pengelola dapat menyediakan konsumsi maupun sound system. Terkenal karena keindahan panoramanya disekitar area Hutan Pinus, bahkan ditempat ini juga sering digunakan untuk pembuatan film.



Tempat ini sekarang sudah sangat terkenal di Media Sosial, selain menawarkan tempat yang sangat indah dengan udara yang sejuk khas hutan dan pegunungan, akses yang ditempuh untuk mencapai tempat ini juga sangat mudah. Panggung alam dengan desain yang unik menjadi salah satu tujuan untuk para wisatawan mengunjungi Hutan Pinus Mangunan. Namun harapan saya semoga kita bisa tetap sama-sama menjaga kelestarian alam hutan yang berada ditempat ini.


Salam Xplorasi…!!!
COPYRIGHT © 2015-2019 | XPLORASI