Saturday, 7 July 2018

Bersama Keluarga Menuju Negara Tetangga


Menggunakan waktu liburan cuti untuk berpergian bersama keluarga atau family travelling, merupakan hal yang sangat menarik untuk dilakukan. Membawa anak-anak yang umurnya masih balita untuk pergi ke tempat yang jauh memberikan suatu tantangan tersendiri. Perjalanan kali ini saya pergi bersama istri dan kedua anak saya. Dikarenakan anak pertama saya yang bernama Digha belum genap 4 tahun dan putri saya yang bernama Dizella belum genap 2 tahun, saya membawa serta Ibu mertua dan adik ipar.




Tujuan perjalanan kali ini adalah ke Kuala Lumpur, Malaysia. Kalau dilihat dari waktu tempuh untuk menuju ke negeri jiran hanya memerlukan waktu yang singkat sekitar 45 menit – 1 jam dengan menggunakan pesawat. Namun untuk kedua anak saya, tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka untuk naik pesawat. Walaupun ini merupakan penerbangan kedua mereka, setelah sebelumnya saya pernah membawa mereka untuk perjalanan ke Yogyakarta.



Menyiapkan segala keperluan untuk perjalanan adalah hal yang paling penting dalam sebuah travelling, apalagi kita membawa anak balita dan berada di negara lain. Wah senang rasanya melihat antusiasme anak-anak dalam liburan, mereka begitu bersemangat dan terlihat sangat senang. Di Kuala Lumpur kami menyewa sebuah apartemen melaui Airbnb dengan view gedung-gedung tinggi, tentunya hal ini menjadi pemandangan baru bagi anak-anak saya.




Siang hari tiba di negeri jiran, hari pertama ini kami gunakan untuk proses penyesuaian terutama bagi anak-anak sehingga kami tidak melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata yang cukup jauh. Hanya berjalan menuju Mall terdekat dari apartemen yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki sekalian untuk santap malam dan kemudian istirahat malam ini untuk persiapan perjalanan wisata esok hari.


Salam Xplorasi…!!!

Friday, 22 June 2018

Lava Tour Merapi, Yogyakarta - Part 3


Mengunjungi tempat-tempat yang penuh dengan historis akibat dari erupsi Gunung Merapi, tentunya membawa kita untuk kembali ke masa-masa kejadian berlangsung. Banyak kesedihan akibat musibah tersebut, tapi semuanya merupakan kehendak Tuhan yang tidak bisa kita hindarkan. Ini adalah isyarat buat manusia bahwa Tuhan diatas segalanya, seperti kata Ebiet G Ade dalam lagunya : “Tuhan pasti telah memperhitungkan amal dan dosa yang telah diperbuat manusia, sehingga Tuhan menurunkan bencana alam itu”.



Untuk postingan yang membahas mengenai tempat historis dan berbagai tempat lainnya sudah saya bahas dipostingan sebelumnya Lava Tour Merapi Part-1 & Part-2. Pada postingan ini, saatnya kita bermain di Kali Kuning…!



Bagi anda yang memang tertarik untuk memacu adrenalin, mungkin tempat ini adalah salah satu alternatif untuk melakukannya. Sungai bebatuan yang berada didekat jembatan ini tidak memiliki air dengan debit yang tinggi, sehingga dapat dilintasi oleh mobil-mobil jeep wisata untuk melakukan manuver selayaknya Off Road dikawasan ini, yang pasti apabila anda berada didalamnya, anda harus siap siap BASAH.



Pada awalnya melihat mobil-mobil jeep terjun ke sungai dari kejauhan, lama kelamaan hasrat ingin mencoba untuk berada di dalam mobil jeep semakin terpacu dalam diri kita. Diwajibkan kepada anda yang berada di dalam mobil untuk mancari pegangan dan berpeganglah dengan erat, karena sensasi Ekstrim akan tersaji begitu nyata pada saat kita berada di dalam mobil untuk melakukan Off Road. Bagi anda yang pernah mencoba, tentunya hal ini akan menjadi kenangan tersendiri.


Salam Xplorasi…!!!

Thursday, 14 June 2018

Lava Tour Merapi, Yogyakarta - Part 2


Setelah postingan Lava Tour Merapi Part-1 yang menceritakan perjalanan mulai dari Basecamp sampai ke Bungker Kali Adem, dipostingan ini saya akan menceritakan lanjutan perjalanan mengikuti lava tour merapi. Puas menikmati suasana di Bungker Kali Adem, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Desa Jambu - Baru Wajah atau batu Alien. Hujan yang semakin deras memaksa kami untuk menutup mobil jeep dan masing-masing menggunakan raincoat/mantel.



Sesampainya di kawasan Batu Alien, kita akan disuguhi oleh Batu yang sangat besar dan kalau dilihat dengan seksama maka batu itu akan menyerupai sebuah wajah. Terlihat bagian mata, mulut, bahkan telinga seolah-olah menyerupai wajah manusia. Batu yang sering disebut Batu Alien merupakan akibat dari Erupsi Gunung Merapi.



Dari tempat ini juga kita dapat melihat ke kali gendol dari kejauhan, dimana banyak terlihat para penambang pasir dengan berbagai macam truk pengangkut. Apakah ini merupakan anugerah dari alam akibat terjadinya erupsi Merapi atau bukan, saya juga kurang tahu. Namun tentu saja pengerukan pasir di alam sekitar Merapi ini, menambah rezeki kepada para penambang tersebut.



Disebuah gubuk mungil terdapat beberapa ekor burung hantu yang tentu saja dimanfaatkan sebagai mata pencaharian. Para pengunjung dapat berpose dengan burung-burung hantu tersebut dengan membayar kepada penjaga/pemiliknya yang berada digubuk tersebut. Menurut saya sih ini merupakan sensasi wisata yang unik, karena berpose dengan burung hantu sangat jarang kita temui di berbagai tempat wisata.



Dari batu Alien kami melanjutkan perjalanan menuju ke museum sisa harta, di tempat ini kami menemukan berbagai macam barang-barang yang telah rusak akibat dari erupsi Merapi, mulai dari motor, jam, kursi, alat dapur, dan berbagai macam barang lainnya. Terdapat juga foto-foto pada saat kejadian yang tersusun rapih di sebuah rumah yang dijadikan sebagai museum ini. Para pengunjung juga dapat membeli berbagai souvenir Merapi di tempat ini.


Salam Xplorasi…!!!