Monday, 30 December 2019

Menikmati Keindahan Bukit Holbung Bersama Keluarga



Melanjutkan perjalanan di Pulau Samosir, pada postingan sebelumnya saya menceritakan mengenai view yang ada di Saulina Resort tempat kami menginap, sore itu selepas makan siang kami sekeluarga bersiap-siap untuk pergi ke Bukit Holbung, ini adalah tujuan utama liburan kami disini. Perkiraan waktu yang ditempuh dari penginapan ke Bukit Holbung adalah sekitar 45 menit - 1 jam dengan kendaraan roda empat. Jalan menuju perbukitan tidak terlalu baik pada saat kami pergi kesana, karena sudah ada beberapa kerusakan.



Dapat saya katakan bahwa Bukit Holbung merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan yang ada di pulau Samosir. Bentangan alamnya yang sangat menakjubkan, panorama alam yang dihadirkan dari ketinggian dengan view Danau Toba sangat menarik, kita juga bisa merasakan suasana yang sangat tenang, dan nyaman untuk sejenak kita menghindari keramaian pusat kota dan sesaknya jalanan. Namun kita tidak akan dapat memprediksi alam, karena kita akan sering menemui awan tebal/hujan atau kabut diwilayah perbukitan ini.




Untuk sampai ke puncak bukitnya terlebih dahulu kita harus melakukan trekking sekitar 10 sampai 15 menit, tapi jangan khawatir karena sekarang disana sudah disediakan trek dengan anak tangga berikut pegangannya. Apalagi saya kesana dengan membawa orang tua dan anak balita, sehingga fasilitas tangga tersebut sangatlah mebantu kami dalam menaiki bukit holbung ini. Untuk masuk ke area ini kita membayar retribusi Rp.5.000,- per orang dan Rp.10.000,- untuk parkir kendaraan roda empat.



Bukit Holbung disebut juga sebagai Bukit Teletubbies, mungkin karena bukit ini mirip kali yah dengan acara serial “Telletubbies” di televisi. Selain pemandangan yang sangat menakjubkan baik itu pemandangan danau toba maupun bukit disekitarnya, Kita juga dapat melihat Pusuk Buhit dari kejauhan. Cuma sangat disayangkan sih yah, karena kita masih dapat melihat adanya sampah-sampah plastik bekas dari pengunjung di lokasi, mungkin typical sebagian orang Indonesia kita tercinta yang menganggap buang sampah sembarangan adalah hal biasa.



Rute yang dapat ditempuh untuk mencapai bukit, Anda bisa menggunakan beberapa rute berbeda. Anda dapat melalui Kota Siantar ke Tigaras/Parapat untuk kemudian menyebrang kapal Feri ke Pulau Samosir seperti perjalanan yang kami lakukan, atau perjalanan darat dari Medan via Tele sebelumnya kita lewati kota Kabanjahe. Kalau melalui pesawat juga bisa ditempuh melalui Bandara Silangit di Siborong-borong untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat via Tele.


Salam Xplorasi…!!!

Friday, 20 December 2019

View (Saulina Resort Danau Toba) Pangururan


Setelah mempertimbangkan dimana tempat untuk menginap di pulau Samosir, pilihannya apakah Samosir Village di Tuk Tuk atau Hotel Saulina Resort di Pangururan, kami pun memilih Hotel Saulina. Dalam melakukan travelling, penginapan merupakan suatu hal yang penting, apalagi kita bepergian bersama keluarga, orang tua dan anak-anak, tentunya tempat menginap harus dipertimbangkan dengan baik, sangat berbeda kalau kita pergi bersama teman-teman atau backpacker.



Untuk ulasan mengenai Saulina Resort Danau Toba ini silahkan saja di searching, mengingat harga yang tak jauh berbeda dengan Samosir Village, tapi lokasinya yang terletak di dekat kota Pangururan menjadikan tempat ini sebagai pilihan yang tepat. Karena juga tujuan dari travelling kali ini adalah menuju Bukit Holbung yang lokasinya lebih dekat ditempuh dari Pangururan dibandingkan dari Tuk Tuk, dan untuk perjalanan pulang ke Medan via Tele nantinya juga lebih searah dari tampat ini.




Hotel ini terletak tepat di pinggiran Danau Toba di jalan Aek Rangat, Pangururan, kurang lebih hanya sekitar 10 menit saja untuk sampai  ke Kota Pangururan. Di tempat ini kami menyewa sebuah Villa yang memiliki 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, yang terpenting adalah villa ini memiliki dapur sehingga kami bisa memasak makanan sendiri. Karena memang mungkin untuk mendapatkan makanan halal di daerah sini masih terbatas, jadi untuk lebih safety kami membawa persiapan untuk makanan sendiri.



Memiliki view yang eksotik khas Danau Toba, juga ada “mini beach” apabila kita membawa anak-anak tentunya mereka sangat menyukai untuk berenang disini. Suasananya sudah pasti suasana Danau Toba lah yah, tempatnya cukup nyaman tapi sayangnya ada sedikit gangguan dari serangga/kutu yang lumayan mengganggu juga sih, karena gatal-gatal nya bisa dibawa sampai balik ke Medan, mungkin sarannya kalau datang kesini pake pelindung badan dari serangga kali yah…


Salam Xplorasi…!!!

Sunday, 15 December 2019

Liburan Akhir Tahun Menuju Pulau Samosir


Akhir tahun 2019 ini saya dan keluarga manfaatkan untuk bepergian ke Pulau Samosir, tujuan utamanya sih ke Bukit Holbung, sebuah perbukitan dengan view Danau Toba yang sangat indah berada di Pangururan, Pulau Samosir. Selain mengajak anak-anak “Back To Nature”, saya juga pergi bersama keluarga besar istri. Memulai perjalanan dari Medan pada Jumat malam itu kami langsung pergi menuju Siantar untuk beristirahat dan menginap satu malam di rumah Atok-Nenek.



Keesokan harinya, Sabtu pagi kami bersiap-siap dengan segala perbekalan makanan, minuman, dan segala macam bawaan (maklum keluarga besar). Kami berencana menyebrang ke Pulau samosir via Tigaras - Simanindo. Sekitar pukul 10.00 Wib kami pun berangkat dari Siantar untuk menuju ke Tigaras melalui Kebun Teh Sidamanik dengan kondisi jalanan sekarang cukup baik, hanya memakan waktu kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan, udah sama mampir di kebun teh untuk foto-foto.


Sesampainya di Tigaras sekitar pukul 11.00 Wib, kami harus menunggu lagi sekitar setengah jam untuk kapal penyebrangan Feri KMP Sumut I dengan keberangkatan Trip III pada pukul 11.30 Wib rute Tigaras- Simanindo. Tarif untuk 1 Mobil Roda 4 : Rp.95.000,- Dewasa : Rp.7.000,- Anak-anak : Rp.3.500,-. Waktu perjalanan yang diperlukan kurang lebih sekitar 45 menit. 



Masih teringat tragedi KM Sinar Bangun rute Simanindo - Tigaras yang tenggelam di Danau Toba pada bulan Juni 2018 yang memakan korban diperkirakan 160 orang. Belajar dari kesalahan itu semoga dinas terkait moda penyebrangan ke pulau Samosir dapat melakukan perbaikan untuk ke depannya.



Beberapa hal yang mungkin bisa didapatkan untuk keluarga saya terutama anak-anak. Mereka sangat antusias mulai dari menunggu kedatangan kapal sampai berada di kapal penyeberangan, karena ini merupakan pengalaman pertama dan perjalanan yang jarang sekali di dapat mereka karena semua suasana yang baru. Biasanya anak-anak sekarang apalagi yang berada di Kota besar seperti Medan, jalan-jalannya yah ke Mall, Playground, dan sebagainya.


Salam Xplorasi…!!!
COPYRIGHT © 2015-2019 | XPLORASI