Tuesday, 29 May 2018

Kenyamanan Terbang Bersama Garuda Indonesia



Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang pastinya menginginkan hal yang terbaik dalam setiap perjalanan, apapun itu tujuannya, apakah berlibur bersama keluarga atau teman, perjalanan bisnis bersama rekan atau klien, dan sebagainya. Tentu saja kita ingin menjamin perjalanan yang terbaik. Terutama dalam hal transportasi, khususnya bepergian menggunakan moda transportasi pesawat terbang. 



Sebagai warga Indonesia sudah pasti kita mengenal pesawat Garuda Indonesia yang merupakan salah satu maskapai penerbangan terbaik di Indonesia. Namun tidak banyak orang-orang memilih menggunakan pesawat ini dalam perjalanannya, mungkin karena faktor harga yang sedikit lebih mahal. Tapi tak sedikit juga orang yang memilih melakukan perjalanan bersama Garuda Indonesia karena dianggap memiliki banyak keuntungan.


Dengan menawarkan penerbangan langsung ke berbagai rute, baik rute domestik maupun rute internasional. Hal tersebut dianggap dapat memberikan hemat waktu dan tenaga sehingga membuat perjalanan lebih efisien tanpa harus terlalu banyak transit dan juga berganti-ganti pesawat.



Fasilitas yang disediakan Garuda Indonesia adalah maskapai bintang 5, yang menyediakan fasilitas sehingga dapat menunjang kenyamanan para penumpang yang ada didalamnya. Ruang yang lebih luas dan nyaman adalah salah satunya, kemudian tempat duduknya yang dapat disesuaikan. Selama perjalanan kita disuguhi oleh hiburan, seperti film dan lagu dan informasi lainnya yang dapat kita pilih sesuai selera pada layar monitor yang ada di depan kita. Untuk kuliner tidak perlu kahwatir karena setiap perjalanan para penumpang disediakan makanan oleh pihak maskapai.


Bagi para pencinta olahraga yang membawa peralatan dengan bobot yang cukup berat tidak perlu khawatir, karena Garuda Indonesia menyediakan gratis bagasi tambahan untuk peralatan olahraga. Anda dapat terbang ke destinasi Garuda Indonesia dengan membawa peralatan olahraga tersebut.



Bangganya karena kita menggunakan produk dalam negeri yaitu Garuda Indonesia yang telah menerima berbagai macam penghargaan, dan saat ini sudah bergabung dalam Sky Team bertaraf internasional. Dinobatkan sebagai maskapai bintang 5 di dunia oleh Skytrax, meruapkan sebuah lembaga asal Inggris. Hanya Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai Indonesia yang mendapat penghargaan ini. Hal ini menunjukan bahwa kualitas produk Indonesia tidak kalah dengan luar negeri.


Salam Xplorasi…!!!

Tuesday, 15 May 2018

Melihat Megahnya Arsitektur Terminal 3 Soekarno-Hatta, Cengkareng


Dinobatkan sebagai bandara terbaik di Indonesia, tentunya wajar saja untuk bandara yang terletak di Ibukota negara Republik Indonesia ini. Bagi yang sering bersliweran dari dan ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia, tentunya taka sing lagi dengan kemegahan yang dimiliki oleh Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, memiliki beberapa hal yang cukup menarik untuk bersama-sama kita ketahui.



Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (juga dikenal sebagai Terminal 3 Ultimate) memiliki desain yang berbeda dari terminal lainnya. Terminal 1 dan 2 dibangun dengan penggabungan arsitektur lokal dalam rancangannya, namun terminal 3 dibangun dengan desain modern kontemporer dengan ramah lingkungan dan rasa tradisional. Saat ini merupakan rumah bagi penerbangan Garuda Indonesia hingga penyelesaian lanjutan dimana semua penerbangan internasional (kecuali budget carrier) akan pindah ke sini.



Pernah disebut dengan nama Terminal 3 Ultimate, namun Penggunaan kata 'ultimate' dikritik banyak orang karena berasal dari bahasa Inggris yang berarti paling akhir atau mutakhir. Pihak Angkasa Pura II menghapus kata ultimate pada Terminal 3. Kata ultimate sendiri dicantumkan karena sebelumnya Terminal 3 merupakan proyek pengembangan dari Terminal 3 lama yang digunakan khusus oleh maskapai Air Asia. Luas Terminal 3 lebih besar dari Terminal 3 Bandara Changi Singapura, namun masih kalah dengan Terminal 4 Changi yang memiliki luas setara 27 lapangan sepak bola. Dilengkapi fasilitas canggih Terminal 3 menggunakan teknologi canggih yang mirip dengan bandara luar negeri.


Menampilkan banyak karya seni Layaknya sebuah galeri seni, ada banyak lukisan dan seni instlasi yang dipajang di Terminal 3. Rata-rata adalah karya seniman lokal Indonesia. Salah satu yang paling sensasional adalah lukisan yang mirip tokoh PKI, DN Aidit. Terminal 3 pertama kali diisi oleh maskapai Garuda Indonesia. Setelah itu diikuti oleh maskapai lain seperti Saudi Arabian Airlines, Vietnam Airlines, Korea Airlines, dan Xiamen Airlines dan tidak menutup kemungkinan masih ada maskapai lain yang akan pindah ke Terminal 3.



Untuk urusan perut, di Terminal 3 juga memiliki berbagai pilihan restoran seperti Kulinari Food Market, di mana terdapat kedai nasi padang, sup buntut, Baso Afung, kedai kopi Liberica dan Warung Koffie Batavia, Waroeng Kita, Ramen Sanpachi, Warung Tekko, Holycow, Hong Tang, Roti Papabunz, sampai jajan pasar tradisional Bekal dari Ibu. Juga dilengkapi minimarket, toko elektronik dan toko buku yang kabar gembiranya dekat dengan gate keberangkatan.



Saat ini Terminal 3 memiliki fasilitas Skytrain yang digunakan untuk penghubung ke terminal lain, Skytrain berfungsi untuk menghubungkan penumpang untuk berpindah dari Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno Hatta. Skytrain dioperasikan tanpa awak dan mulai beroperasi pada September 2017.


Salam Xplorasi!!!

Tuesday, 10 April 2018

Menikmati Perjalanan dengan Railink dari Stasiun Medan Sampai Bandara Kualanamu


Mungkin sebagian besar orang Medan, Sumatera Utara pernah merasakan perjalanan menggunakan Railink menuju Bandara Internasional Kualanamu - Deli Serdang. Moda transportasi massal bandara ini sering disebut dengan ARS Kualanamu, ada yang tahu gak kepanjangan dari ARS? Yah, ARS merupakan singkatan dari Airport Railink Service. Sebuah layanan kereta api yang dioperasikan oleh Railink dengan rute Medan-Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara, Indonesia. Merupakan proyek kereta api bandara yang dijadikan sebagai percontohan dan akan dikembangkan dibeberapa Bandara Internasional di Indonesia.



Perusahaan yang merupakan kerjasama/patungan antara PT. Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura II (Persero) ini telah beroperasi sejak 5 tahun yang lalu bersamaan dengan beroperasinya Bandar Udara Internasional Kualanamu. Saat ini frekuensi perjalanan ARS Kualanamu adalah sebayak 20 kali Pulang-Pergi dari Stasiun Medan ke Stasiun Bandara Kualanamu. Dengan kapasitas lebih dari 300 tempat duduk, penumpang dapat menempuh perjalanan hanya sekitar 30-45 menit saja, yang pasti apabila kita menggunakan Railink maka kita terbebas dari Kemacetan menuju bandara.



Saat ini Railink menggunakan 4 gerbong kereta rel diesel yang dibuat di pabrikan Korea Selatan, Woojin. Menyediakan fasilitas layaknya kereta api eksekutif seperti AC, reclining seat, WiFi sehingga membuat kita merasakan kenyamanan saat berada di dalamnya. Harga tiket sekali jalan sebesar Rp.100 ribu. Kereta api ini diprioritaskan dengan menggunakan rel tunggal dalam rutenya sehingga penumpang dapat lebih cepat untuk sampai bandara. Memiliki peron khusus pada keberangkatan dan ketibaan di stasiun Medan.




Kualanamu International Airport
Bandar Udara Internasional Kualanamu yang merupakan bandar udara internasional yang melayani Kota Medan, Sumatera Utara. Bandara ini terletak di Kabupaten Deli Serdang yang berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Medan. Saat ini bandara ini merupakan yang terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta. Menempati lokasi bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Tujuan awal pembangunan Bandara ini untuk menggantikan Bandara Polonia yang telah berusia 80-an tahun. Mulai beroperasi pada tahun 2013 atau lima tahun lalu, namun baru diresmikan pada tahun 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu.



Rencana pembangunan Bandara ini sebenarnya sudah sangat lama sekali, bahkan sudah dipersiapkan sejak tahun 1997, namun karena dilanda krisis moneter sehingga memaksa rencana pembangunan ditunda dan sangat jarang terdengar lagi mengenai pembangunan bandara. Hingga kecelakaan pesawat yang menewasakan gurbernur dan beberapa warga di pemukiman sekitar bandara, menimbulkan lagi seruan agar bandara ini dilanjutkan pembangunannya. Terlebih lagi kapasitas bandara Polonia yang sudah melebihi batas menjadi faktor yang penting untuk pemindahan bandara. Walaupun banyak hambatan dari permasalahan pembebasan lahan, akhirnya pihak Angkasa Pura II dapat menyelesaikan permasalahan lahan pada akhir tahun 2006.



Dengan konsep “Aerotropolis” yang telah diterapkan di beberapa bandara besar di dunia, maka Bandara Internasional Kualanamu juga tak mau ketinggalan untuk mendirikan sebuah bandara dengan konsep tersebut, dengan menggabungkan kawasan bandara, kawasan bisnis, industri, di dalam suatu area yang besar menjadikan adanya pembangunan pusat bisnis terpadu, efeknya tentu memberikan banyak keuntungan kepada Angkasa Pura II.


Salam Xplorasi…!!!