Wednesday, 9 December 2015

Mengenang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Namo Bintang


Kali ini perjalanan kita menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Namo Bintang, waduh sudah kebayang kan gimana bau busuk, sampah, dan segala macam bentuk sisa-sisa limbah menjadi satu berada di tempat itu. TPA Namo Bintang ini terletak di Jalan Djamin Ginting KM14 dengan luas lahan sekitar 16 hektare.


Disiang hari dengan sinar Matahari yang sangat menyengat ditambah lagi dengan tumpukan sampah dan bau yang tentu saja tidak sedap ini kami jadikan sebagai suatu tantangan untuk dapat mengambil foto-foto aktivitas manusia (human interest) dan realita kehidupan ditempat ini.




Dari sini saya melihat ada berapa banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya untuk mengais barang-barang bekas yang tentunya bisa dijual kembali. Miris memang, tapi itulah realitanya mulai dari orang dewasa sampai anak kecil berada di TPA ini untuk mecari barang bekas ditumpukan sampah agar dapat dijual kembali sebagai mata pencaharian untuk menyambung kehidupan keluarga mereka.



TPA Namo Bintang sendiri sudah beroperasi sejak tahun 1984 dan telah ditutup oleh walikota Medan pada tahun 2013. Yang jadi pertanyaan dalam diri saya, kemanakah orang-orang yang sudah menggantungkan hidupnya selama puluhan tahun untuk mencari rezeki di tempat itu. Dan rencananya, kawasan tersebut akan dimanfaatkan oleh pariwisata Kota Medan sebagai ruang terbuka hijau dan lokasi agrowisata. Wah keren juga tuh men… bisa jadi tempat wisata baru orang Medan.


Namun rencana yah hanya tinggal rencana, karena sampai tahun 2017, tempat ini masih mangkrak. Walaupun sudah pernah di lakukan peninjauan oleh Walikota dan Pemko beberapa kali, semoga saja rencana tersebut dapat terealisasi as soon as possible.