Monday, 12 December 2016

Keindahan Danau Toba Sebagai Ikon Wisata Sumatera Utara


Membahas tentang keindahan Danau Toba rasanya gak akan ada habisnya men… Danau Toba yang konon menurut beberapa literatur merupakan sebuah danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik gunung berapi yang beranama Gunung Toba, dan pernah meletus dengan maha dahsyatnya pada zaman 70 ribuan tahun yang lalu.


Akibat dari letusan tersebut maka muncul kaldera sangat besar yang terisi dengan air dan sekarang dikenal dengan Danau Toba. Tekanan magma keatas yang belum keluar sehingga menyebabkan terbentuknya pulau yang dikenal dengan Pulau Samosir yang terletak di tengah dari Danau itu sendiri.


Merupakan danau terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, mempunyai ukuran kurang lebih 100 km panjang dan 30 km lebarnya. Hal ini menjadikan kawasan Danau Toba merupakan salah ikon wisata di Sumatera Utara yang sudah terkenal sampai ke seantero mancanegara. Soal keindahan yang ditawarkan tidak perlu dipertanyakan lagi, bagi anda penggila pemandangan pasti akan sangat menikmati pemandangan Danau Toba ini. Hamparan air yang jernih kebiruan memantul dari langit, pegunungan hijau yang memanjakan mata merupakan deskripsi kecil dari indahnya Danau ini.


Banyak sebenarnya cerita rakyat tentang terjadinya Danau Toba, namun boleh percaya boleh tidak. Karena kalau menurut ilmuwan terbentuknya Danau Toba ini yang berasal dari Gunung. Dan suatu saat nanti entah kapan lah itu yah, gunung ini bisa saja meletus. Coba bayangkan men, kalau danau toba itu seperti sebuah kawah Gunung Api yang di dasarnya itu tersimpan magma yang sampai saat ini masih dingin karena diatasnya terdapat Danau.


Tuesday, 22 November 2016

Penghubung Sejarah Masa Lampau yang Hampir Rubuh


Rumah sakit yang dibangun setelah produksi tembakau meledak di pasaran Eropa. Bangunan Rumah Sakit Umum Tembakau Deli yang sarat dengan sejarah kini usianya lebih dari 116 tahun. Namun kondisi saat ini sangat memprihatinkan, operasional rumah sakit telah ditutup.


Kota Medan kehilangan salah satu peninggalan sejarah apabila bangunan rumah sakit ini dihancurkan dan kita bakal kehilangan karakter, apabila penghancuran ini tidak mendapat perlawanan, karena diduga adanya pembiaran agar kawasan ini hancur dan nantinya akan di akuisisi oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun mal/hotel/apertemen dan semacamnya. 


Jika itu terjadi maka telah terjadi kebangkrutan kebudayaan di ibukota Sumatera Utara ini. Kota ini akan semakin terputus dengan masa lalunya karena satu persatu gedung bersejarah hilang. Pernah dilakukan upaya dari berbagai elemen masyarakat Medan dengan melakukan gerakan penyelamatan agar rumah sakit tetap beroperasi, namun upaya mereka tak membuahkan hasil.


Terletak di inti kota Medan, menjadikan tempat ini memiliki nilai estetis yang sangat tinggi sehingga para cukong tanah setiap saat memantau tempat ini agar dapat dijual ke oknum tertentu dengan mengharapkan keuntungan belaka. Ayo kita selamatkan Sejarah...!!

Sunday, 9 October 2016

Habitat Burung Sebagai Wisata Alam Bebas di Kota Medan


Tempat yang dijadikan sebagai habitat dari berbagai macam jenis burung di Cemara Asri Medan ini setiap harinya mengalami pertambahan burung, sampai saat ini bisa mencapai sekitar 5000-an burung berada disana. Taman ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan berbagai jenis burung seperti bangau, burung kuntul, burung cangak dan lain lain.



Habitat burung menjadi nilai tambah dari tempat ini sehingga dijadikan tempat wisata alam bebas di tengah kota Medan yang sangat menarik. Ketika burung-burung pulang ke rumahnya disore hari akan menjadi sangat pemandangan sangat menarik ketika kita berada disana. Menghilangkan sejenak hiruk pikuk kesibukan kota dengan melihat harmonisasi alam di kawasan ini.



Bagi komunitas photography, tempat ini sering sekali digunakan sebagai objek foto bahkan sering diadakan lomba foto burung untuk melestarikan objek wisata ini. Selain itu juga kita dapat dimanjakan dengan jajanan kaki lima di sekitar area. Yah sekedar untuk mengisi perut lah…


Friday, 30 September 2016

Hill Park, Wahana Permainan di Kaki Pegunungan


Berada dibawah kaki pegunungan dengan menyajikan udara sejuk Sibolangit serta pesona perbukitan, jarak tempuh ke tempat ini hanya berkisar 1 jam dari Kota Medan. Sebuah taman rekreasi dan bermain yang berada di Green Hill City Sibolangit ini memiliki bangunan utama dengan desain kastil sehingga menjadikannya sebagai ciri khas.



Di Jakarta kita mengenal Dunia Fantasy (Dufan), di Bandung ada Trans Studio Bandung, di Medan kita mengenal ada Hill Park selain juga ada wahana bermain Mickey Holliday di Brastagi. Walaupun tidak seluas Dufan, wahana permainan ini menghadirkan wahana permainan yang menguji ketrampilan dan memacu adrenalin baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.


Terbagi dalam tiga tema yaitu Heritage, The Lost City dan Toon Town dapat membuat pengunjung untuk lebih mudah memilih permainan. The Heritage terdiri dari permainan indoor dan carnival games yang dapat menguji keterampilan kita, The Lost City bernuansa arsitektur kuno purbakala dengan kerangka dinosaurus dan Toon Town lebih bernuansa untuk anak-anak dan balita.



Wahana permainan ini dapat menjadi pilihan untuk keluarga berlibur maupun bersama teman-teman, lokasi yang tidak terlalu jauh juga menjadi pertimbangan untuk para pengunjung dan tiket masuk juga tidak terlalu mahal dan memiliki dua pilihan, ada tiket masuk saja dan juga tiket terusan.


Wednesday, 14 September 2016

Pemandangan Pantai Sri Mersing di Kabupaten Sergai


Masih berada di deretan Pantai di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pantai Sri Mersing menghadirkan pemandangan yang cukup indah, masih memiliki pasir putih yang membentang di sepanjang bibir pantai dimana hal ini sudah jarang kita dapatkan di sepanjang Pantai yang lain di kabupaten Sergai ini, banyaknya kapal-kapal nelayan menambah pemandangan berbeda.



Merupakan destinasi wisata yang cocok untuk keluarga, dengan menempuh perjalanan dari Kota Medan berkisar 1,5 - 2 jam anda sudah dapat menemukan pantai ini. Lokasinya melewati pantai Cermin atau dekat dengan Pantai Kuala Putri. Setelah sampai di gerbang masuk pengunjung hanya membayar tiket untuk retribusi, dan tidak dikutip lagi untuk biaya parkir.


Pantai ini akan terlihat sangat ramai apabila pengunjung datang pada hari libur, apabila ingin suasana tenang maka datanglah pada hari kerja, karena biasanya pantai ini sepi akan pengunjung, sehingga cocok yang ingin santai sejenak  untuk melepas lelah. Di dalam area pantai terdapat pondok-pondok yang disewakan dengan harga sekitar Rp.50.000/pondok. Kita dapat bersantai disini sejenak sambil meletakkan barang bawaan sebelum merasakan air laut di pinggir pantai.


Ketersediaan cafe yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman menjadi alternatif apabila pengunjung tidak membawa bekal makanan dari rumah.Terdapat sebuah mushalla sehingga memudahkan umat muslim untuk beribadah, dan beberapa toilet, namun kulitas sanitasi disini masih kurang baik. 

Tuesday, 9 August 2016

Realita Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Kecil di Jalanan


Tanpa kita sadari di dalam masayarakat banyak ditemui fakta sosial yang merupakan cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang bersumber dari suatu kekuatan diluar individu, bersifat memaksa dan mengendalikan individu itu sendiri. Untuk memahaminya kita harus memahami berbagai macam realita sosial yang terbentuk di dalam suatu masyarakat.



Kenyataan atau fakta yang terjadi dalam masyarakat ini terkait dengan kestabilan dalam keadaan normal atau tidak normal yang terjadi dalam pola-pola hubungan di masyarakat. Mari kita melihat gambaran realita sosial yang ada di masyarakat kita, sebuah kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak bisa terhindarkan. Lebih banyak lagi kita dapat menemukan pada kaum menengah ke bawah dengan kondisi ekonomi yang pas-pas an bahkan cenderung kekurangan.



Secara lebih terperinci dapat dilihat dari adanya interaksi sosial di masyarakat, suatu hal yang membudya, adanya nilai dan norma sosial, stratifikasi sosial dan perubahan sosial yang berkembang itu sendiri di masyarakat.




Beberapa foto yang saya ambil dari jalanan kota Medan ini menggambarkan adanya realita sosial yang mungkin tidak pernah dilihat sebelumnya. Berbagai peristiwa dan aktivitas sehari-hari di masyarakat mungkin saja tidak menjadi perhatian kita, namun hal tersebut sudah biasa terjadi dan menjadi fakta bahwa memang begitulah kehidupan masyarakat kecil.


Wednesday, 20 July 2016

Melihat Ikon Sejarah Suku Melayu di Masjid Raya Al Mashun



Dibangun di masa kejayaan kesultanan Deli, bangunan ini dianggap merupakan salah satu bukti eksistensi suku melayu masa lalu di Sumatera Utara. Lokasinya sangat dekat dengan Istana Maimun sebagai jantung kerajaan Melayu, bahkan dulunya bangunan mesjid ini berada dalam satu kompleks.




Masjid Al Mashun yang lebih kita kenal dengan Masjid Raya Medan ini bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah, namun juga merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi oleh turis baik mancanegara maupun lokal.



Gaya Arsitektur bangunan unik merupakan perpaduan antara Timur Tengah, India dan Spanyol membentuk segi delapan yang memiliki sayap timur, selatan, barat dan utara, menjadi daya tarik tersendiri dari Masjid ini. Tak hanya itu sejarah dari Masjid Al Mashun ini juga menarik bagi pengunjung.




Sore-sore abis Ashar menjelang Magrhib seru nih bro janjalan kesini, wisata religi bisa ambil foto-foto sekalian juga Sholat disini, tapi kata orang-orang disini banyak kutipan, yah hitung-hitung sedekah lah...


Sunday, 10 July 2016

Fixie, Trend Anak Muda yang Semakin Memudar


Siapa yang masih ingat dengan trend sepeda Fixie beberapa waktu lalu yang sempat booming di Kota Medan bahkan di Tanah Air, namun sekarang mungkin kita sangat jarang untuk melihat mereka lagi sebagai suatu komunitas. Kalau di medan dulu mereka sering berkumpul disekitar Lapangan Merdeka dan melakukan berbagai macam aktivitas.




Sepeda Fixie atau Fixed Gear yang artinya “roda belakang yang dibikin mati”, menjadi ngetren di Kota New York, negeri Paman Sam. Dulunya sepeda ini digunakan oleh pengantar surat kabar/pos, hal tersebut disebabkan karena kondisi kota New York yang sangat padat sehingga mereka menggunakannya sebagai transportasi alternatif. Namun untuk sejarah awalnya sendiri masih membingungkan.


Anak muda di Indonesia pada umumnya memilih sepeda Fixie ini hanya mengikuti trend tidak semata-mata untuk Olahraga, dan pada saatnya sepeda fixie ini tampak begitu ramai digemari oleh kalangan muda sebagai lifestyle, pergaulan, komunitas.