Friday, 15 December 2017

Night Shoot : Simpang Lima (Parapatan Lima), Salah Satu Tempat Legendaris di Kota Bandung


Merupakan salah satu ikon dari Kota Kembang Bandung, yang tetap terjaga tanpa adanya banyak perubahan sejak dulu. Masih ada air mancur yang menghiasi di tengah persimpangan tersebut dan gedung yang masih berdiri di seputaran simpang lima masuk dalam salah satu daftar cagar budaya, saat itu menjadi Kantor yang merupakan perusahaan sekuritas nasional. Parapatan lima dibangun pada masa penjajahan Belanda, terdapat juga tempat dan bangunan menarik bergaya arsitektur Eropa disini. Jarak antara Simpang Lima ke jantung kota Alun-alun Bandung tidaklah terlalu jauh, tinggal lurus saja sudah sampai.



Parapatan Lima di Bandung ini menghubungkan Jalan Gatot Subroto dengan Jalan Asia-Afrika, Jalan Kapitan ke Jalan Sunda, Jalan Ahmad Yani (Kosambi) mengarah ke Jalan Asia-Afrika. Merupakan bagian dari jalan raya pos Anyer Panarukan. Menurut informasi dibangun sekitar tahun 1900-an.  Gedung lainnya seperti gedung Singer yang cukup legendaris karena merupakan tempat reparasi mesin jahit Singer yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Dan masih ada beberapa lagi arsitektur bergaya eropa di sekitar tempat ini.



Melihat Simpang Lima tentunya bisa dinikmati dari berbagai sudut pandang, apakah itu disiang hari atau dimalam hari. Saya mencoba mengambil beberapa gambar suasana Simpang Lima Bandung di malam hari dari ketinggian, tepatnya saya berada di roof top Wisma Bumiputera yang tak jauh dari persimpangan tersebut. Wisma berlantai 9 (Sembilan) ini merupakan milik salah satu anak perusahaan dari AJB Bumiputera 1912 yang bergerak di bidang property. 



Salam Xplorasi…!!!

Thursday, 7 December 2017

Rasakan Betapa Klasiknya Jalan Braga


Sobat Xplorasi, pernahkah anda berkunjung ke Bandung? Kalau sudah pernah, apakah pernah mengunjungi jalan yang satu ini? Yah, namanya Jalan Braga… Salah satu jalan di Kota Bandung yang cukup populer. Jalan legendaris ini konon berasal dari bahasa Sunda, “Ngabaraga” yang artinya bergaya. Merupakan kawasan konservasi budaya yang sangat unik. Masih dapat kita lihat bangunan megah yang eksotis bergaya art deco disepanjang jalan ini. Banyaknya bangunan dengan style Eropa itu menyuguhkan kesan klasik disepanjang jalan ini.


Gaya arsitektur Eropa yang sangat kental membuat Jalan Braga mirip dengan suasana di Eropa. Sejak dulu pada zaman colonial tempat ini sudah cukup bergengsi, saat ini di jalan Braga masih dipenuhi berbagai tempat hiburan dan tempat belanja. Apabila ditelusuri ke belakang mengenai sejarah jalan Braga ini sangat eratkaitannya dengan pembangunan jalan Anyer-Panarukan. Jalan yang diperkeras dengan batu kali dan disepanjang jalan menggunakan penerangan lampu minyak, merupakan penghubung jalan Asia-Afrika menuju Balai Kota Bandung.


Dulu toko dikawasan ini menjual barang mewah berkelas yang menjadikan kawasan ini merupakan pusat perbelanjaan elit dan cukup tekenal di seluruh Hindia-Belanda. Salah satu keindahan di Kota Bandung ini membuat banyaknya dikunjungi warga Eropa sehingga kota Bandung dijuluki “Parijs van Java”. Kunjungan ke Bandung membawa saya untuk Street hunting ke jalan Braga dengan mendokumentasikan beberapa spot foto, bangunan dan aktivitas di jalan ini.


Salam Xplorasi…!!!

Friday, 1 December 2017

Membangun Koneksi dan Kebersamaan Dalam Keluarga


Salah satu hal terpenting dalam kehidupan kita adalah sebuah keluarga, tempat dimana kita berkumpul dengan istri dan anak-anak di dalam satu atap, saling berinteraksi, bercanda, berbagi, menciptakan keharmonisan dalam kekerabatan. Tentu saja defenisi tentang arti sebuah keluarga bisa berbeda-beda tergantung masing-masing orang. Namun harus kita akui bahwa pendidikan pertama bagi seorang anak tempatnya adalah di dalam sebuah keluarga. Karakter yang dibentuk oleh anak sejak dini bermuara dan dibentuk dilingkungan keluarga.



Sebagai orang tua, kita memiliki peran penting dalam membangun tumbuh kembangnya anak-anak kita kelak, membentuk karakter seorang anak perlu menanamkan pendidikan moral dan iman yang merupakan pondasi dan harus ditanamkan sejak dini. Walaupun terkadang membangun sebuah keluarga tidaklah semulus yang kita bayangkan, karena permasalahan tentu tidak akan lepas dan hal tersebut menjadi tantangan tersendiri buat kita. Mungkin sekilas mengenai defenisi sebuah keluarga menurut pandanga saya.



Apakah kita sudah membangun “Koneksi” yang cukup dalam dengan anak-anak tercinta??


Percayalah, bahwa sebuah koneksi itu begitu penting dalam kehidupan berkeluarga yang menjadi kunci supaya kita menjadi ortu yang keren. Secara naluriah, seorang anak akan menjadi “follower” ortunya sendiri. Jadi apa yang kita lakukan bisa menjadi contoh yang juga akan dilakukan oleh anak-anak kita. Manusiawinya seorang anak bahkan manusia akan melawan jika dikontrol, sekarang bagaimana kita membangun insting seorang anak yang nurut kepada ortu yang disayanginya  berdasarkan hati tanpa diajari, salah satunya yah “Koneksi” yang kita jadikan sebagai pondasi. 


     
Nah, bagaimana membangun Koneksi yang dalam tadi?



Tulisan ini bersumber dari instagram @rainbowcastleid, yang mengatakan untuk membangun koneksi yang dalam dengan si buah hati kita adalah saat kita lebih mendengarkan imajinasinya daripada memgang gadget dan mengecek sosial media. Saat anda menemaninya tantrum tanpa memarahinya dan menyuruhnya untuk diam. Saat menatap matanya dan mendengarkan tanpa buru-buru menyela ketika si anak menceritakan harinya. Sesederhana itu, tapi apakah kita sebagai orang tua sudah melakukannya?? Kalau boleh Jujur nih yah, saya juga belum melakukannya.




Kebersamaan dalam keluarga, pernahkah kita melakukannya? Apakah anda selalu sibuk dengan pekerjaan? atau aktivitas lainnya sehingga melupakan membangun kebersamaan yang penting untuk keluarga kecil anda? Gak harus berlibur ke destinasi yang jauh, atau ke luar negeri (sekali-kali boleh lah). Mungkin bisa ke tempat yang banyak hiburan buat anak-anak seperti ke Plaza, Mal, Wahana Permainan, atau bisa juga membawanya kembali ke alam, atau bisa juga membawa mobil kesayangan yang biasanya “ngutek” di dalam rumah untuk dimainkan di tempat outdoor, seperti foto-foto yang saya share dipostingan ini.



Salam Xplorasi…!!! 

Friday, 17 November 2017

Menyambangi Candi Prambanan Yogyakarta Bersama Keluarga


Tujuannya mendatangi salah satu Candi di pinggiran Jogja tepatnya di jalan Jogja-Solo yang masuk dalam wilayah perbatasan Sleman dan Klaten adalah untuk memperkenalkan peninggalan sejarah yang merupakan cagar budaya dunia yang harus dilindungi keberadannya kepada anak saya Aga. Merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia bahkan salah satu se-Asia Tenggara. Dulunya dikenal juga dengan nama Candi Roro Jongrang. Tahun 1991 ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs cagar budaya dunia.



Disebut candi Roro Jongrang, karena terkait dengan sebuah legenda yang menceritakan kisah seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada putri yang bernama Rorojongrang sampai saat ini masih diyakini oleh beberapa masayarakat jawa. Kurang lebih dalam cerita tersebut, bahwa cnadi ini merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh Bandung Bondowoso untuk bisa mendapatkan putri Roro Jongrang.



Memasuki kawasan Candi Prambanan saya berharap Aga akan antusias untuk bermain, namun ternyata yang terjadi “BIG NO”. Kondisi cuaca yang cukup panas pada kunjungan kami kesana dan ramainya pengunjung yang berada di Candi Prambanan, pada saat itu High Season. Sehingga si abang Aga mengalami kondisi gerah, bosan (suntuk), lebih banyak berada di dalam stroller sementara adek tidur di kain gendongan. Saya mengajak keluarga untuk mengelilingi candi dengan menggunakan mobil Booogie. Karena jarak ke candi-candi lain yang lumayan jauh, ini merupakan solusi yang tepat untuk berkeliling kawasan candi dengan anak-anak dan keluarga.



Kalau dilihat dari struktur candi ini menggambarkan tentang kepercayaan agam Hindu yaitu Trimurti. Pada kompleks candi prambanan sendiri terdapat 3 candi dihalaman utama yaitu Candi Siwa, Brahma dan Wisnu. Masing-masing candi memiliki candi pendamping, yaitu untuk Candi Siwa didampingi Nandini, untuk candi Brahma didampingi candi Angsa dan untuk candi Wisnu didampingi candi Garuda. Relief pada dinding-dinding candi menceritakan kisah Ramayana, dan pohon Kalpataru yang dianggap sebagai pohon yang melambangkan kelestarian, kehidupan dan keserasian.


Salam Xplorasi…!!!

Saturday, 11 November 2017

Hutan Pinus Mangunan, Destinasi Wisata Wajib di Yogyakarta



Tak bisa dipungkiri, penayangan film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta dan sekitarnya menjadikan daya tarik wisata semakin meningkat, disebabkan rasa penasaran untuk melihat beberapa tempat syuting tersebut. Salah satunya adalah Hutan Pinus Mangunan Dlingo yang terletak di Imogiri Bantul. Kawasan ini merupakan bagian dari Resort Pengelolaan Hutan (RPH) tak jauh dari Imogiri, sehingga banyak orang yang menyebutnya dengan nama Hutan Pinus Imogiri.



Kawasan dengan deretan pohon pinus yang menjulang tinggi berdiri tegak, merupakan area terbuka yang memiliki pesona menawan bagi para pengunjungnya. Wilayah ini dijadikan tempat wisata untuk pasangan muda-mudi dan juga keluarga. Sehingga sangat di kenal melalui media sosial karena memang banyak spot foto yang instagramable. Di kawasan hutan ini juga akan didapati sebuah panggung terbuka yang bisa digunakan untuk ruang teater, hingga pertunjukan music. Panggung dan bangku-bangku penonton yang didisain sedemikian rupa berbentuk setengah lingkaran yang mengarah ke panggung utama. Semua bahan bangku diambil dari kayu pohon yang masih terlihat seperti asli. Sayangnya ketika kami kesana, panggung tersebut tidak dapat dikunjungi oleh wisatawan karena sedang dipakai oleh sebuah instansi.


Jarak dari pusat Kota Yogyakarta sekitar 20-an kilometer dengan waktu yang bisa ditempuh sekitar 1 jam. Lokasinya berada di daerah Selatan Yogyakarta, dengan bermodalkan google maps dan pengetahuan saya melihat arah mata angin, salah satu hal yang terpenting dalam bepergian di Jogja. Saya membawa keluarga menyusuri jalan Imogiri menuju arah makam raja Imogiri Bantul. Sebelum mencapai makam Imogiri, kita akan menemukan pertigaan menuju arah Mangunan. Lalu kita akan melalui jalan yang terbelah jadi dua, satunya kearah Hutan Pinus Mangunan Dlingo dan satunya lagi ke arah kebun buah Mangunan. Untuk menuju ke Hutan kita akan mengakses jalan yang medannya cukup menanjak.



Lokasi yang berada diperbukitan menjadikan tempat ini sebagai kanopi alami, dibawah pepohonan pinus yang rindang, berkas cahaya akan masuk ke rerimbunan yang tampak cukup indah apalagi waktu kita mengunjungi tempat ini merupakan waktu terbaik. Dengan keindahan yang ditawarkan menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi populer saat liburan di Yogyakarta. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi, apabila anda menggunakan kendaraan roda empat pakailah kendaran yang cukup tinggi karena jalan cukup terjal dan mendaki,  usahakan juga dikemudikan oleh orang yang berpengalaman.


Salam Xplorasi…!!!

Thursday, 2 November 2017

Family Travel di Kota Gudeg Yogyakarta


Merupakan perjalanan jauh pertama anak-anak saya Aga (2 thn 4 bulan) dan Dizella (3 bulan), pertama kalinya mereka naik pesawat. Terkhusus buat Dizella bayi perempuan saya, maafkan ayah nak yang sudah mengajak kamu ikut travelling disaat masih merah. Bersama istri, mertua perempuan dan kedua anak saya, kami memutuskan untuk berlibur ke Yogyakarta. Kenapa Yogakarta…? Yah, memang kota pelajar ini memiliki tempat tersendiri dihati saya. Memberikan kenangan spesial, setelah kurun 5 tahun kuliah disana, seterusnya saya akan kembali kesana, apakah bersama teman, istri, bahkan bersama anak-anak saya.



Berangkat subuh hari dari Medan, disaat anak-anak masih tidur dengan pulasnya menjadi tantangan pada saat travelling. You know lah,,, ketika anak-anak masih ngantuk sudah dapat dipastikan rewelnya gimana.  Aga diusianya pada saat itu masih belum terlalu ngerti, ngomongnya juga belum lancar, apalagi adeknya Dizella cuma nangis, minum susu, tidur. Jadi tips dan trik untuk travelling bersama anak-anak kecil adalah…. SABAR…! Hehehe.



Liburan yang tanpa direncakan jauh-jauh hari sebelumnya ini pun akhirnya terealisasi, tidak terlalu banyak tempat yang akan dikunjungi, karena waktu yang juga gak terlalu lama. Menginap di sekitaran Prawirotaman, untuk dapat memudahkan akses ke pusat kota Jogja apalagi kalau gak tujuannya untuk BELANJA…!!! yah, memang begitulah men kadang-kadang kalau kita travelling sama istri, walaupun sedikit paling gak itu yah harus ada budget untuk belanja. Malioboro, Beringharjo, merupakan destinasi wajib untuk berbelanja di kota yang punya moto “Berhati Nyaman” ini.



Wisata kuliner juga menjadi pilihan yang menarik selama di Jogja, selain juga mengunjungi beberapa tempat wisata yang cocok untuk keluarga, seperti “upside down” yang lagi negtrend, pada saat itu belum ada di Medan. Kemudian naik odong-odong di alun-alun kidul juga menjadi pilihan yang sangat bagus buat berwisata bersama keluarga, terutama anak-anak kita. Bentuk mobil-mobil yang dirancang unik dengan lampu-lampu berwarna-warni tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Tapi yah siap-siap aja ngos-ngosan karena kita akan mengayuh mengelilingi lapangan alun-alun kidul.


Salam Xplorasi...!!!

Tuesday, 17 October 2017

Keindahan Kota Bukit Tinggi yang Memiliki Sejarah Sebagai Kota Perjuangan


Kota yang merupakan perekonomian terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat yang pernah menjadi ibukota Provinsi Sumatera pada masa kolonial Belanda yaitu Kota Bukit Tinggi. Mendapat julukan Parijs Van Sumatera, kota ini dikenal dengan sebagai kota perjuangan bangsa yang juga tempat kelahiran salah satu proklamator Indonesia Mohammad Hatta. Selain itu, kota ini memiliki daya tarik kepada wisatawan karena cukup banyaknya destinasi wisata yang dapat dikunjungi.



Kota Bukit Tinggi terletak pada rangkaian Pegunungan Bukit Barisan ini yang Dikelilingi oleh dua gunung yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi serta berada di tepi Ngarai Sianok yang memiliki panorama yang luar biasa keindahnnya, dengan berada diketinggian 900-an meter diatas pemukaan laut sehingga menjadikan kota ini bernuansa sejuk. Udara yang cukup dingin terutama pada malam hari tentunya dapat memanjakan setiap pengunjung untuk berada di kota ini.  




Destinasi tujuan wisata favorit di Sumatera Barat ini memiliki banyak tempat yang wajib dikunjungi seperti Jam Gadang yang berdiri di atas kawasan Taman Sabai Nan Aluih, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Ngarai Sianok yang membentang lebih dari 15 km dengan kedalaman lembah mencapai 100 meter, sebuah wujud visul yang paling jelas dari aktivitas pergerakan lempeng bumi di Pulau Sumatera. Di dekat kawasan melihat panorama Ngarai Sianok kita dapat juga memasuki Lobang Jepang yang merupakan bunker peninggalan zaman Jepang.



Masih banyak lagi destinasi wisata di kota ini seperti Benteng Fort de Kock merupakan peninggalan bangsa Belanda, Janjang Ampek Puluah yaitu menaiki tangga sebanyak 40 anak tangga, Janjang Saribu tempat merasakan sensasi seperti Tembok Besar Cina, Museum dan Istana Bung Hatta, dan ada beberapa lagi. Namun perjalanan BSPC ke ranah minang yang cukup singkat sehingga tidak dapat seluruhnya untuk kami kunjungi, hanya beberapa dari destinasi wajib tersebut ditambah merasakan nasi kapau khas minang yang rasanya endess men...


Salam Xplorasi…!!!