Sunday, 30 April 2017

Nourilang Waterfall dan Tempat Ikonik Lainnya di Taman Nasional Jiuzhaigou


Melanjutkan perjalanan di Taman Nasional Jiuzhaigo, setelah mengeksplorasi Rize Valley kami melanjutkan ke lembah lain dengan menggunakan bus untuk menuju Zechawa Valley. Disambut dengan perkampungan Tibet di terminal utama dan banyaknya spot foto yang menjadi ikon di tempat ini. Long Lake, Five Color Pond dan Seasonal Lake.



Danau terdalam di Jiuzhaigo terdapat di lembah ini, kedalaman Long Lake mencapai 103 meter. Selain yang terdalam, danau ini merupakan tertinggi dan terbesar dan tidak memiliki anak sungai yang mengalirkan keluar ataupun masuk, karena air berasal dari es yang mencair. 



Terdapat juga telaga yang tidak terlalu besar bernama Five Color Pound, namun memiliki warna yang sangat indah. Menjadi daya tarik tersendiri buat pengunjung untuk melihat campuran warna hijau, biru dan air jernih. Danau musiman atau yang disebut Seasonal Lake, akan menghilang apabila musim panas tiba karena airnya menguap semua, begitu juga sebaliknya.


Keindahan lain pada taman nasional ini adalah Shezheng Valley, terletak di bagian paling depan dan merupakan lembah utama, namun seringkali para pengunjung mendapatangi tempat ini paling terakhir, sekalian menuju jalan keluar.



Disini kita akan melihat adanya salah satu air terjun terbaik yang pernah saya lihat. Air terjun itu bernama Nourilang Waterfall. Merupakan air terjun ikonik di taman nasional Jiuzhaigou, lebarnya mencapai 300 meter dengan tinggi air 20 meter. Dari kejauhan kita sudah dapat mendengarkan deru jatuhnya air terjun ini, disamping itu juga hati-hati dengan kamera anda karena percikan airnya bisa mencapai beberapa meter dari spot kita mengambil foto.




Ditempat ini juga kita akan menemui danau yang dipenuhi dengan ilalang yang bernama Reed Lake, danau ini panjangnya 1,4 km. Terakhir ada juga Nourilang Lakes dan Shuzeng Lakes, terdiri dari banyak danau yang terbagi-bagi secara alami dengan dam. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya.


Salam Xplorasi...!!!

Wednesday, 26 April 2017

Panorama Mengagumkan di Taman Nasional Jiuzhaigou


Taman nasional yang terletak di provinsi Sichuan - China, keindahan Jiuzhaigo merupakan salah satu wisata terbaik di Asia. Berada diatas ketinggian 3000 meter diatas permukaan laut yang letaknya berada diujung dataran tinggi Tibet. Tempat ini sudah dinyatakan sebagai warisan dunia dari UNESCO dan merupakan pemandangan paling berharga di daratan Tiongkok.



Kombinasi pegunungan yang memiliki puncak salju abadi dengan lereng yang dipenuhi hutan pinus, lembah sempit diisi dengan danau yang airnya sangat jernih, rawa serta sungai kecil mengalir. Air terjun yang mempesona di kawasan ini dapat memanjakan mata para pengunjungnya. Pemandangan yang menakjubkan ini memberikan kekaguman bagi siapa saja yang pernah datang kesini.



Secara keseluruhan taman nasional ini memiliki tiga lembah yaitu Rize Valley, Zechawa Valley, dan Shenzheng Valley. Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai lembah yang pertama yakni Rize Valley. Untuk sampai ke lembah ini dari pintu masuk kita naik bus hop on hop off sampai ketitik paling atas yaitu Primeval Forest. Spot ini merupakan yang tertinggi di rize Valley, didominasi oleh pemandangan puncak pegunungan pinus.



Dari spot ini kita bisa melanjutkan berjalan mengikuti jalur trekking ke dalam hutan, untuk bisa melihat spot-spot yang lain diantaranya Swan Lake, Grass Lake, Arrow Bamboo Lake, Panda Lake, Five Flower Lake dan Mirror Lake. Namun pada saat itu saya tidak melihat keseluruh spot yang ada, berhubung cuaca hujan sehingga kita menggunakan raincoat, serta udara yang begitu dinginnya hanya beberapa spot saja yang bisa dikunjungi di Rize Valley ini.


Salam Xplorasi...!!!

Sunday, 23 April 2017

Opera Tibet, Seni Kuno Berkaitan dengan Kehidupan Etnis Tibet


Sebelum sampai di Jiuzhaigo, kami menyempatkan untuk mampir ke Zhang Zha di daerah sekitar Jiuzahigo untuk menyaksikan pagelaran Opera Tibet yang melambangkan kehidupan orang etnis Tibet. Bertempat di Aula Pertunjukan Budaya Zang Mii, opera yang lahir di Tibet  ini merupakan salah satu opera yang paling kuno di Tiongkok. Bentuk seni kuno yang berevolusi selama berabad-abad ini kini menjadi fosil budaya tradisional Tibet.



Menngisahkan sebuah cerita rakyat, pertunjukan ini menampilkan hiburan yang sangat mempesona, penuh dengan warna,  gaya tarian yang gagah dengan suara melengking namun terdengar merdu. Opera ini sangat berkaitan erat dengan kehidupan etnis Tibet, sehingga mereka memandangnya sebagai suatu bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan.




Memiliki ciri sastra yang menonjol , opera ini semakin berkembang hingga saat ini. Dimana ada tempat pemukiman etnis Tibet, maka disana juga akan ditemui adanya pertunjukan opera. Terlebih lagi pada saat hari besar keagamaan. Saya juga menyempatkan diri untuk berpose bersama pemain opera setelah acara pertunjukan selesai.


Salam Xplorasi...!!!

Friday, 14 April 2017

Start The Journey, Perjalanan Darat dari Chengdu ke Jiuzhaigo


Cuaca mendung di pagi hari ini dan semalaman juga hujan mengguyur Kota Chengdu, kesejukan terasa di kamar Lazybones Hostel membuat malas untuk bergerak. Namun mengingat perjalanan hari ini akan menuju ke Jiuzhaigo menggunakan jalan darat, dengan jarak sekitar 400-an Km dan waktu tempuh sekitar 7 jam maka semangat pantang kendur bro… let’s start to the journey…!!!



Meninggalkan Kota Chengdu dengan suasana mendung, tapi masih sempat mengambil beberapa potret tentang kesibukan di Kota ini. Kami pun melaju menggunakan 2 mobil di atas jalan aspal yang begitu mulusnya, turun naik, berkelok, sesekali masuk terowonga yang menembus pegunungan. Silih berganti pegunungan, lembah, danau, jurang begitu terhampar sepanjang perjalanan. Namun karena kondisi langit yang mendung sehingga kami belum melihat langit biru khas dataran tinggi.


Tiba ditempat peristirahatan, kebetulan saya lupa apa sih nama tempat ini? Googling sana sini gak nemu juga, mungkin ada sobat explor yang tahu namanya bisa berbagi disini. Dari tempat ini kita bisa melihat sebuah lembah yang ada danau dibawahnya terlihat refleksi perbukitan tampak mengapit danau tersebut, mungkin bisa lebih dahsyat fotonya seandainya kondisi cuaca lebih cerah disini.



Semakin mendekat ke Jiuzhaigo rasanya aura Tibet semakin terasa, kami mampir ke sebuah rumah makan dan melihat penduduk setempat yang menggunakan pakaian tradisional, wajah yang terlihat begitu khas wajah Tibet. Ternyata kami sudah semakin dekat ke negeri atap dunia yang cukup tersohor itu.


Salam Xplorasi...!!!

Friday, 7 April 2017

Kota Chengdu, Salah Satu Gerbang Menuju Tibet


Sampai di  Chengdu Shuangliu International Airport - Kota Chengdu malam hari, lebih banyak kami gunakan untuk waktu istirahat karena mengingat perjalanan besok harinya yang cukup panjang, sekedar menikmati liang tea khas China atau Kopi di CafĂ© kecil di dalam penginapan. Menginap di Lazybones Hostel yang merupakan pilihan istimewa di Chengdu, terletak dipusat kota sehingga memudahkan untuk pergi ke beberapa destinasi di kota ini. Selain itu seluruh kamar dilengkapi dengan wifi dengan harga yang terjangkau, banyak menjadi pilihan backpacker.



Kota tua di China yang memiliki seribu wajah, merupakan salah satu kota terbesar di negeri tirai bambu. Ibukota provinsi Sichuan terletak di barat daya Tiongkok ini merupakan kota sejuk yang menjadi alternatif gerbang menuju negeri atap dunia, Tibet. Banyak sekali julukan untuk kota ini salah satunya adalah negeri surga “Country of Heaven”. Kota ini menjadi salah satu kota terpenting yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, produk pertanian melimpah, perdagangan yang maju dan industri ringan.




Dinilai memenuhi syarat untuk hal pelayanan kesehatan masyarakat, transportasi dan pendidikan. Meski memiliki gedung pencakar langit namun saya lebih tertarik untuk melihat aktivitas penduduk kota ini merupakan kota sibuk yang berada dilembah dengan gunung yang ada disekelilingnya. Selain memiliki modernitas yang cukup tinggi, di kota ini juga menawarkan kekunoan ala ala Tiongkok.



Mulai dari pagi kami langsung bertolak dari penginapan Lazybones Hostel untuk menuju ke beberapa tempat, salah satunya adalah opera tibet. Opera Tibet ini diselenggarakan di Aula Pertunjukan Budaya Zang Mii di Kota Zhang Zha, Jiuzhaigou. Dari tempat Opera itu kita nantinya akan menginap di daerah Jiuzhaigou.



Salam Xplorasi...!!!

Tuesday, 4 April 2017

Perjalanan Menuju Negeri Atap Dunia


Pertama kalinya saya melakukan perjalanan ke luar negeri beberapa tahun yang lalu, tidak tanggung-tanggung destinasi yang dituju adalah Negeri Tirai Bambu (Tiongkok) dilanjutkan ke Negeri Atap Dunia (Tibet) yang merupakan daerah otonomi khusus RRT. Memulai perjalanan dari Medan menuju Kuala Lumpur terlebih dahulu kemudian malamnya melanjutkan perjalanan ke Tiongkok tepatnya bagian barat daya di Kota Chengdu yang berbatasan dengan Tibet. Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Chengdu memakan waktu sekitar 4,5 jam.



Ini merupakan travelling yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup, mengambil konsep travel photography memang perjalanan sangat mengesankan karena pure tujuannya adalah untuk mencari foto yang terbaik dinegeri ini. Rencana awal untuk mendatangi Lhasa ibukota Tibet melihat Potala Palace buyar karena pada saat itu ada pesta komunis di Tiongkok, sehingga kota Lhasa sebagai Forbidden City ditutup untuk sementara. Namun plan B yang dibuat tidak kalah menariknya dari rencana semula.



Diprakarsai oleh Doc Budie, seorang Dokter pencinta Fotografi dan travelling. Mungkin ini hanya salah satu dari perjalanan fotonya, karena lebih banyak lagi tempat yang luar biasa pernah beliau datangi. Kemudian ada bang Novri, senior di perusahaan tempat saya bekerja. Dialah orang yang mengajak saya untuk bergabung di tim ini, karena saya merupakan peserta terakhir yang ikut bergabung di tim. Ada Mbak Boche dan Myrna, 2 wanita yang di tim yang berasal dari Jakarta. Nih mbak berdua memang udah hobby-nya travelling, malahan mereka masih melanjutkan ke Nepal selepas dari perjalanan Tibet ini. Terakhir saya sendiri, yang untuk pertama kalinya travel ke luar negeri. Di Tiongkok dan Tibet nanti kami akan di temani oleh seorang guide yang bernama Lumbum Shaman, beliau bisa berbahasa Mandarin, Tibet dan English.


Salam Xplorasi...!!!
COPYRIGHT © 2015-2019 | XPLORASI