Friday, 19 May 2017

Melihat Keunikan Piknik Penduduk di Negeri Tibet


Suatu hal yang tidak biasa kita temukan di Indonesia dalam hal berlibur, berkemah atau piknik, di Tibet kami menemukan keunikan penduduk yang sedang Piknik. Dalam perjalanan antara Chuanzushi menuju ke Waqietalin Temple, pada posting sebelumnya saya sangat mengagumi pemandangan padang rumput luas layaknya seperti wallpaper windows Xp. Masih di padang rerumputan yang letaknya dipinggir jalan lintas kami menemukan keluarga Tibet yang sedang piknik.


Yah, benar saja ternyata pada musim panas antara bulan Juni sampai September, para kerabat dan keluarga di Tibet berkumpul, berlibur untuk merayakan musim panas tersebut, salah satunya adalah dengan piknik di padang rumput hijau. Bahkan kegiatan tersebut bisa dilakukan sampai berbulan lamanya.



Hal ini yang kami lihat di negeri ini, di padang rumput hijau yang sangat luas ada sebuah keluarga dengan mendirikan tenda-tenda piknik tradisional Tibet, duduk di karpet dan bantal khas Tibet. Mereka memiliki banyak makanan seperti daging Yaks, the mentega Tibet bahkan minuman anggur. Mereka menyanyi, menari, melompat, membuat teka-teki, bercerita tentang hari-hari berlalu. Di sebagian tempat kegiatan piknik ini bahkan menjadi festival yang rutin dilakukan.



Suasana yang begitu menyenangkan dengan wajah-wajah ceria yang tampak diantara mereka. Ketika kami datang, mereka menyambut kami dengan penuh suka, begitu ramah dan penuh canda, memberi daging Yaks hasil masakan mereka, berfoto bersama dan kami juga larut dalam kesenangan mereka. Ditengah teriknya matahari namun udara masih terasa cukup sejuk, wajah khas anak-anak Tibet dengan pipi yang memerah menjadi pemandangan tersendiri dalam foto-foto saya.



Ada satu yang menjadi pertanyaan dalam benak saya pada saat itu, selama mereka berlibur menikmati pikniknya, dimana mereka mandi atau mau buang hajat yah? Kalau melihat sekeliling yang ada hanya padang rumput yang luas, tanpa adanya sanitasi. Nah loh…



Salam Xplorasi…!!!