Thursday, 22 June 2017

Meninggalkan Keluarga Nomaden Tibet di Taktsang Lhamo untuk Kembali ke Langmusi


Petualangan yang menakjubkan dan sarat dengan emosi selama dua hari di Taktsang Lhamo Valley ini tidak akan terlupakan dalam benak saya, banyak hal yang dapat saya jadikan sebagai pelajaran. Terimakasih kepada keluarga Shihdur Chap dan Namso yang telah menjamu kami, menerima kami untuk menjadi bagian dari keluarga mereka. Telah mengajarkan bagaimana ketekunan yang dilakukan mereka, bekerja sejak fajar sampai senja. Kaum nomaden Tibet telah menunjukkan cara hidup yang sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya, suatu penghormatan kepada mereka tentang cara melanjutkan hidup. Tashi Delek (Terima Kasih)…



Melanjutkan perjalanan pulang ke Langmusi menggunakan rute lainnya yang tentunya sama indahnya dengan perjalanan pergi kemarin. Kami berhenti disebuah mata air jernih atau lebih seperti danau kecil yang memperlihatkan refleksi pegunungan dan langit yang biru, tentu ini adalah pemandangan yang spektakuler, walaupun disini hal itu sudah biasa. Saya turun dari kuda, membiarkannya berpose disisi mata air dan beberapa kali saya memotretnya. Shihdur Chap bagaikan seorang Koboy yang berlari dengan kudanya dari kejauhan dia tampak pada refleksi di danau kecil, sesuatu yang tidak bisa dilewatkan untuk diabadikan.


Ada suatu kejadian pada saat kami mendekati titik akhir perjalanan Horse Trekking, sesuatu terjadi pada kuda Doc Budie. Yah,,, kudanya tiba-tiba saja menjadi liar sehingga Doc Budie sebagai ketua di perjalanan kami sampai terjatuh ke jalan, syukurnya tidak beliau tidak terluka parah. Mobil jemputan sudah menungu di titik akhir dan kami harus mengucapkan selamat tinggal kepada Shihdur Chap dan kuda-kudanya yang telah mengantar kami. Perjalanan 2 hari bersama Nomaden Tibet menjadi pengalaman terbaik di Negeri Atap Dunia.


Salam Xplorasi...!!!