Tuesday, 25 July 2017

Video : Aktivitas Surfing di Pantai Sorake, Nias Selatan


Pantai Sorake yang terletak di Pulau Nias tepatnya di Nias Selatan ini memiliki salah satu dari 10 Ombak terbaik di seluruh dunia, bahkan ada yang menyebutnya sebagai Hawaii kedua. Berbagai even Internasional pernah diadakan disini. Para Peselancar baik dari dalam maupun luar negeri berbondong-bondong untuk dapat merasakan sensasi berselancar di Pantai Sorake, selain itu juga pantai ini memiliki keunikan tersendiri yang mengundang para wisatawan untuk hadir ke tempat ini. Merupakan kebanggaan bagi masayarakat Nias karena mereka memiliki Pantai nan eksotis ini.



Salam Xplorasi…!!!

Monday, 24 July 2017

Surga Para Peselancar di Sorake, Pulau Nias


Salah satu tempat yang dijadikan sebagai surga bagi peselancar di seluruh dunia, yaitu pantai Sorake di Nias Selatan. Sering dilaksanakan even perlombaan selancar bertaraf internasional, karakteristik ombak yang tinggi bahkan di bulan tertentu bisa mencapai ombak yang sangat tinggi. Sehingga menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri untuk peselancar local dan mancanegara. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik lokal maupun mancanegara ke Pulau Nias.




Pantai Sorake sangat dikenal bagi pecinta Surfing di seluruh dunia. Pantai ini juga masuk dalam 10 besar tempat surfing terbaik di dunia, bahkan ada yang menyebutnya terbaik setelah Hawai. Ombak tertinggi yang bisa didapatkan di Sorake adalah pada bulan Juni-Juli dengan ketinggian mencapai 10-12 meter.  Seperti cerita saya sebelumnya mengenai Pantai Sorake, selain tempat favorit untuk berselancar, pantai ini merupakan pantai yang memiliki keunikan tersendiri.



Rasanya cerita tentang Sorake tidak lengkap kalau kita gak menyaksikan sendiri aksi dari peselancar yang mencoba menaklukan Ombak di Pantai Sorake.  Sambil menikmati deru air laut yang menghantam bebatuan karang seakan lautan ingin memecah karang yang sangat kokok tersebut, kita dapat melihat pemandangan para peselancar dari kejauhan secara bergantian melakukan aksi mereka. Ya’ahowu…


Salam Xplorasi..!!! 

Sunday, 23 July 2017

Keunikan Pantai Sorake di Pulau Nias


Ini adalah pantai yang memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari yang lain, bebatuan karang yang ada dimana-mana diseluruh tepi pantai, lautan berbatasan langsung dengan bebatuan karang tersebut. Tidak terlihat adanya pasir yang melandai seperti di pantai-pantai lainnya. Ombaknya yang sangat tinggi membuat tempat ini menjadi favorit para peselancar yang ada di seluruh dunia. Bahkan demi untuk melakukan selancar di pantai Sorake ini, mereka rela untuk berbulan-bulan tinggal disini. Ombak di pantai Sorake merupakan salah satu yang terbaik diseluruh dunia.



Pantai Sorake yang hanya berjarak sekitar 20 km dari Teluk Dalam dan dapat ditempuh dengan perjalanan selama kurang lebih 45 menit dengan jalanan yang tidak begitu bagus, membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh para pelancong. Di sekitaran pantai akan kita temukan penginapan kelas losmen dengan harga yang cukup murah yang biasanya dihuni oleh para bulek/wisatawan luar negeri selama berbulan-bulan untuk melakukan surfing di pantai ini.



Apabila beruntung kita bisa mendapatkan matahari terbit / sunrise yang sangat indah di pantai ini, bahkan kita bisa mendapatkan langit yang berwana kuning keemasan. Kontur bebatuan karang yang sangat tajam, membuat kita harus berhati-hati apabila ingin berjalan-jalan di pantai ini. Begitu juga kalau kita ingin nyemplung ke laut atau berenang, harus extra hati-hati karena ombaknya yang cukup deras.


Selain surga bagi para peselancar, untuk para fotografer landscaper disini juga merupakan destinasi yang akan memberikan foto-foto keren tentunya. Ombak yang menghantam batu karang dan hilang di lubang bebatuan bisa menjadi objek untuk foto dengan teknik low speed ditambah latar belakang lautan yang sangat indah. Bagi anda yang bepergian ke Nias, rugi rasanya kalau gak mengunjungi tempat ini.


Friday, 21 July 2017

Video Singkat Perjalanan ke Pantai Moale, Pulau Nias


Seperti apa yang sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya ke Pantai Moale, tempat ini merupakan destinasi wisata wajib dikunjungi di Pulau Nias khususnya Kabupaten Nias Selatan. Video singkat pada postingan kali ini menceritakan bagaimana keindahan Pantai Moale yang belum terjamah oleh banyak wisatawan, disini surganya bagi para fotografer landscape yang ingin mendapatkan pemandangan pantai dan laut lepas yang menakjubkan.

   Salam Xplorasi…!!!

Thursday, 20 July 2017

Pantai Moale, Destinasi yang Wajib Anda Kunjungi di Nias Selatan


Sebuah pantai yang berada di laut lepas Samudra Indonesia, pantai ini terletak di bagian barat Nias. Salah satu pantai terindah di Pulau Nias itu bernama Pantai Moale yang terletak di kecamatan O’ou. Pantai yang sangat alami, namun tidak memiliki fasilitas yang cukup selayaknya tempat wisata membuat pantai indah ini tidak terjamah oleh hiruk pikuknya wisatawan.  Berjarak sekitar +50 km dari Kota kabupaten Teluk Dalam untuk mencapai ke tempat ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam.



Hamparan pasir putih bersih dan lembut terbentang begitu luasnya, dengan deburan ombak yang tak pernah berhenti menderu memecah kesunyian suasana disekitar pantai. Garis pantai yang lurus dan panjang dengan laut biru dan pepohonan hijau berada di tepian. Dari kejauhan sebelum sampai ke pantai ini sudah dapat dilihat dan dirasakan keindahannya yang begitu menawan. Pada saat matahari terbenam ditempat ini akan lebih indah dan sangat layak untuk dilihat.



Akan ada sensasi tersendiri pada saat menjelajahi situs ini, karena untuk penggemar fotografi landscape sudah pasti akan betah untuk merekam dan mendokumentasikan pantai ini. Di kejauhan sana kita juga melihat perbukitan di sepanjang pantai. Dipantai yang kaya akan kerang dan sesekali kita dapat melihat melihat kepiting sliweran di pasir pantai. Tempat ini memberikan ketenangan kepada siapa saja yang berkunjung. Perpaduan antara keindahan alam dan aktivitas manusia juga dapat dilihat dari kehidupan para nelayan.




Sekelumit keindahan Pantai Moale saya rasa menjadi tempat wajib bagi anda apabila berkunjung ke Pulau Nias. Saya sendiri sudah sebanyak 3 kali kesempatan berkunjung ke tempat ini bersama orang berbeda dan semuanya mengagumi pantai indah ini. Tercatat di tahun 2009, 2013 dan 2015 saya menginjakkan kaki di pantai ini, pantai yang menggambarkan betapa indahnya pesona Pulau Nias.



Monday, 17 July 2017

Menengok Tradisi Lompat Batu di Desa Bawomataluo, Pulau Nias


Lompat Batu Nias atau Fahombo atau Hombo Batu merupakan olahraga yang berasal dari tradisi budaya yang berasal dari daerah Nias, Sumatera Utara. Sebelumnya tradisi ini adalah sebuah ritual pendewasaaan Suku Nias yang dilakukan oleh para pemuda dengan melompati susunan batu yang tingginya 2 meter, dan memiliki batu kecil sebagai batu tolakan sebelum melompati batu. Saat ini kegiatan tersebut menjadi objek wisata tradisional yang unik dan terkenal ke seluruh dunia.


Cukup unik dan menarik sehingga tradisi ini menjadi ciri khas dari Suku Nia situ sendiri, bahkan lompat batu nias menjadi salah satu kebanggaan negeri ini, karena keunikan dan kekayaan budaya yang ditampilkannya. Sering dilakukan pada saat upacara adat, pesta penikahan, atraksi wisata, menyambut tamu dan biasanya dibarengi dengan pertunjukan tari perang. Apabila mendengar kata Nias mungkin kita akan mengingat gambar lompat batu yang ada dimata uang rupiah, walaupun hal tersebut sudah hilang dan tersapu oleh zaman.



Mengulik ke Belakang Melihat Sejarah Hombo Batu

Seringnya peperangan antar desa pada zaman dahulu di kepulauan Nias, tujuannya untuk memperebutkan wilayah kekuasaan atau pun karena adanya beberapa pelanggaran norma adat istiadat. Sehingga hal tersebut mendrong masyarakat desa untuk membuat pagar batu yang menjulang tinggi sebagai pertahanan di desa mereka saat diserang. Sebagai persiapan diri, para prajurit yang akan menyerang desa harus memiliki kemampuan untuk melompati pagar batu tersebut. Hal ini menjadikannya sebagai mandatory untuk para pemuda Nias yang akan ikut perang, mereka harus bisa melompati batu setinggi 2 meter untuk memudahkan mereka dalam hal menyerang atau melarikan diri.


Selain itu juga, lompat batu Nias dilakukan untuk menunjukkan bahwasanya seorang pemuda sudah dianggap dewasa, diakui sebagai lelaki pemberani sehingga memenuhi syarat untuk menikah. Patut dihargai bahwasanya tradisi budaya Hombo Batu yang merupakan warisan leluhur ini sampai sekarang masih diilestarikan, walaupun dengan tujuan yang berbeda. Bertempat di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, sekarang Lompat Batu Nias dapat dinikmati sebagai atraksi wisata yang unik dan juga sebagai salah satu ritual upacara dan simbol budaya masyarakat Nias.



Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dan menjadi daya tarik tradisional unik yang dikenal diseluruh dunia. Mengapa unik?? Karena tradisi ini hanya ada satu-satunya di dunia. Tidak semua pemuda mampu melompati batu tersebut. Setiap kali mereka para pemuda Nias melakukan atraksi, kita sebagai penonton hanya bisa berdecak kagum, berteriak, bersorak dan bertepuk tangan pada setiap aksi yang dilakukan. Namun sudah tentu ada bahaya yang menanti apabila si pelompat tidak memiliki keahlian khusus dalam melompati batu tersebut sehingga menimbulkan cedera. Diperlukan teknik pada saat mengambil ancang-ancang untuk melompat dan juga pada saat mendarat.


Salam Xplorasi…!!!

Saturday, 15 July 2017

Xplorasi Tano Niha... Ya'ahowu...!


Banyaknya potensi yang dimiliki Pulau Nias, selain kekayaan alam yang sangat menawan menghiasi darat dan terutama lautnya, Pulau Nias dibingkai dengan adat istiadat, seni budaya yang sangat patut untuk dinikmati. Pesona pulau impian pun menjadi “tagline” yang digunakan pemerintah setempat untuk mempromosikan berbagai macam potensi, kekayaan alam dan keindahan pulaunya. Kesenian dan tradisi Pulau Nias sudah menjadi identitas dari suku Nias itu sendiri. Memiliki budaya pedalaman era Megalitik, dimana ukiran pada batu besar masih bisa dijumpai di pedalaman Pulau ini.


Beberapa tradisi seperti Hombo Batu atau lebih dikenal dengan Lompat Batu Nias, Tari Perang yang merupakan bagian dari tradisi khas Nias yang berhubungan erat dengan Lompat Batu Nias karena lahirnya yang bersamaan. Selain tradisi tersebut di Pulau Nias juga masih dapat ditemukan rumah-rumah tradisional seperti di Desa Bawomataluo, atau rumah tradisional yang dirancang tahan gempa dengan ukiran pada batu yang berdiri tegak menyerupai wajah manusia dan binatang masa lalu didepan rumah tersebut. Budaya ukiran batu itu sendiri sudah ada sejak 1.200 tahun silam.


Potensi laut yang ada dipulau ini tidak akan ada habisnya, mulai dari pantai yang keindahannya sangat mempesona, bahkan ekosistem bawah laut yang tak kalah indahnya. Keindahan gulungan ombak sudah sangat dikenal di dunia internasional melalui para surfer yang selalu datang ke Pulau Nias ini untuk mencobanya seperti di pantai Sorake, Teluk Dalam. Namun pengelolaan wisata surfing di Pulau Nias perlu diatur dengan baik.


Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa asal usul penduduk asli Nias lebih dominan berasal dari Taiwan. Hal tersebut dibuktikan dengan DNA yang menunjukkan kedekatan genetika yang mirip dengan orang Taiwan. Memang sih kalau kita lihat orang-orang Nias memiliki wajah sedikit oriental yang memiliki ciri khas berambut hitam, kulit putih/kuning langsat, berwajah berbentuk oval, namun mata tidak terlalu sipit.


Ya’ahowu….

Salam Xplorasi…!!!

Sunday, 9 July 2017

Street Hunting dari Bukit Bintang sampai Petronas Twin Tower


Setelah menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam dari Chengdu ke Kuala Lumpur, saya rasa itu merupakan perjalanan yang cukup melelahkan. Transit untuk beberapa jam di negara Malaysia, seakan saya dan teman saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini daripada menunggu di bandara untuk penerbangan selanjutnya, kami pun pergi ke pusat kota Kuala Lumpur untuk street hunting photography.



Dari bandara KLIA menuju Bukit Bintang dengan menggunakan bus bandara, yang ditempuh dengan waktu lebih dari 1 jam kami sudah sampai di Bukit Bintang. Karena memang tidak ada tujuan yang pasti, hanya menghabiskan waktu transit. Kami berjalan kaki menuju menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia yaitu menara Petronas yang berada di Kuala Lumpur City Center (KLCC).




Bangunan yang terdiri dari 88 lantai ini dirancang oleh arsitek dari Argentina-Amerika Cesar Pelli terinspirasi dari bentuk geometris yang ditemukan pada arsitektur Islam. Merupakan kawasan perkantoran, perbelanjaan, galeri seni dan Aquaria Oceanorium berada di tempat ini. Disisi lain terdapat taman yang cukup indah terbentang dengan tatanan yang rapih.



Selain menara kembar petronas dan kawasannya yang merupakan wisata unggulan di Kuala Lumpur, kami juga memotret berbagai hal di jalanan Kuala Lumpur. Menikmati naik monorel yang sampai saat ini belum ada di negara kita. Memang harus kita akui modernisasi, penataan kota dan perkembangan pembangunan di negara ini sedikit lebih maju dari negara kita.



Salam Xplorasi…!!!