Tuesday, 10 October 2017

Atraksi Permainan Tradisional "Pacu Jawi" dari Ranah Minang


Keikutsertaan saya ke Sumatera Barat menyiratkan perasaan yang sangat excited, terlebih lagi dengan tujuan utamanya untuk memoto kegiatan Pacu Jawi di Tanah Datar, merupakan suatu keinginan yang terpendam lama untuk direalisasikan, mungkin bukan hanya saya tapi setiap fotografer lain juga pasti sangat menginginkan untuk mendapatkan foto terbaiknya disini. Rasa penasaran sudah menghinggapi dalam benak saya, karena foto-foto di Pacu jawi ini sering mendapatkan Juara diberbagai perlombaan foto. Atraksi Pacu Jawi yang ada di Sumbar ini mirip dengan Karapan Sapi yang ada di Madura, mungkin tata caranya saja yang berbeda...




Okeh, mari kita bahas mengenai kegiatan ini, apa itu Pacu Jawi??? Dalam Bahasa Indonesia disebut juga dengan Balapan Sapi, sebuah atraksi permainan tradisional yang dilombakan di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Menilik sejarah ke belakang, kegiatan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, pada awalnya kegiatan ini dilakukan oleh para Petani sehabis musim panen, dalam rangka mengisi waktu luang mereka sekaligus menjadi saran hiburan bagi masayarakat setempat.


Setiap tahunnya lomba balap sapi ini diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu di empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Seiring berkembangnya zaman, atraksi tradisional ini masih tetap ada sampai sekarang dan bahkan dijadikan sebagai objek wisata budaya, bukan hanya wisatawan local, tapi juga wisatawan mancanegara turut menyaksikan dan merekam kegiatan budaya yang masih lestari di ranah minang ini.



Sampai di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 08.00 wib, kami sudah dijemput dengan menggunakan dua kendaran bus berukuran sedang. Keluar dari Bandar seluruh anggota BSPC sarapan terlebih dahulu karena sehabis ini kami akan menempuh perjalanan yang cukup jauh. Kami langsung menuju Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar tempat diadakannya kegiatan Pacu Jawi. Menempuh waktu sekitar 2 jam 30 menit dengan jarak kurang lebih 80 km kami pun tiba di lokasi, dari tempat parkiran kami berjalan sedikit untuk menuju ke lokasi atraksi Pacu Jawi.


Disebuah kawasan persawahan ditengah cuaca yang sangat terik, panitia sedang mempersiapkan lahan dengan panjang sekitar 100 meter, kemudian mereka menggenangi lahan tersebut dengan air sehingga tanah menjadi lembek dan becek sehingga dapat menimbulkan efek dramatis pada saat di foto nanti. Sapi-sapi pun mulai berdatangan dari segala penjuru daerah Sumbar dengan joki-nya masing-masing untuk melakukan perlombaan. Dengan dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu (biasanya digunakan untuk membajak sawah), dua ekor sapi dipasangkan pada satu alat pembajak sawah tersebut.



Uniknya Pacu Jawi bukan mencari siapa yang tercepat sampai digaris finish, namun siapa yang bisa berlari paling lurus untuk mencapai finish. Sehingga pada saat perlombaan kita tidak akan melihat adanya kejar-kejaran antara sapi, namun hanya sepasang sapi dengan masing-masing alat pembajak sawah dengan seorang Joki dibelakang sepasang sapi tersebut. Menurut cerita masyarakat hal ini untuk menghindari adanya taruhan jika diadakan perlombaan untuk mencari yang tercepat.


Kegiatan ini sangat digemari oleh masayarakat sekitar, bahkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara rela berkunjung ke tempat ini untuk mendapatkan foto terbaik dari setiap moment di Pacu jawi. Hal ini disebabkan karena sudah banyak pemenang lomba fotografi dengan objek Pacu Jawi tersebut. Mungkin menurut beberapa orang kegiatan ini adalah eksploitasi terhadap hewan, namun kegiatan ini merupakan budaya tradisional Indonesia yang patut di lestarikan sampai anak cucu kita kelak.


Salam Xplorasi…!!!