Tuesday, 15 May 2018

Melihat Megahnya Arsitektur Terminal 3 Soekarno-Hatta, Cengkareng


Dinobatkan sebagai bandara terbaik di Indonesia, tentunya wajar saja untuk bandara yang terletak di Ibukota negara Republik Indonesia ini. Bagi yang sering bersliweran dari dan ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia, tentunya taka sing lagi dengan kemegahan yang dimiliki oleh Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, memiliki beberapa hal yang cukup menarik untuk bersama-sama kita ketahui.



Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (juga dikenal sebagai Terminal 3 Ultimate) memiliki desain yang berbeda dari terminal lainnya. Terminal 1 dan 2 dibangun dengan penggabungan arsitektur lokal dalam rancangannya, namun terminal 3 dibangun dengan desain modern kontemporer dengan ramah lingkungan dan rasa tradisional. Saat ini merupakan rumah bagi penerbangan Garuda Indonesia hingga penyelesaian lanjutan dimana semua penerbangan internasional (kecuali budget carrier) akan pindah ke sini.



Pernah disebut dengan nama Terminal 3 Ultimate, namun Penggunaan kata 'ultimate' dikritik banyak orang karena berasal dari bahasa Inggris yang berarti paling akhir atau mutakhir. Pihak Angkasa Pura II menghapus kata ultimate pada Terminal 3. Kata ultimate sendiri dicantumkan karena sebelumnya Terminal 3 merupakan proyek pengembangan dari Terminal 3 lama yang digunakan khusus oleh maskapai Air Asia. Luas Terminal 3 lebih besar dari Terminal 3 Bandara Changi Singapura, namun masih kalah dengan Terminal 4 Changi yang memiliki luas setara 27 lapangan sepak bola. Dilengkapi fasilitas canggih Terminal 3 menggunakan teknologi canggih yang mirip dengan bandara luar negeri.


Menampilkan banyak karya seni Layaknya sebuah galeri seni, ada banyak lukisan dan seni instlasi yang dipajang di Terminal 3. Rata-rata adalah karya seniman lokal Indonesia. Salah satu yang paling sensasional adalah lukisan yang mirip tokoh PKI, DN Aidit. Terminal 3 pertama kali diisi oleh maskapai Garuda Indonesia. Setelah itu diikuti oleh maskapai lain seperti Saudi Arabian Airlines, Vietnam Airlines, Korea Airlines, dan Xiamen Airlines dan tidak menutup kemungkinan masih ada maskapai lain yang akan pindah ke Terminal 3.



Untuk urusan perut, di Terminal 3 juga memiliki berbagai pilihan restoran seperti Kulinari Food Market, di mana terdapat kedai nasi padang, sup buntut, Baso Afung, kedai kopi Liberica dan Warung Koffie Batavia, Waroeng Kita, Ramen Sanpachi, Warung Tekko, Holycow, Hong Tang, Roti Papabunz, sampai jajan pasar tradisional Bekal dari Ibu. Juga dilengkapi minimarket, toko elektronik dan toko buku yang kabar gembiranya dekat dengan gate keberangkatan.



Saat ini Terminal 3 memiliki fasilitas Skytrain yang digunakan untuk penghubung ke terminal lain, Skytrain berfungsi untuk menghubungkan penumpang untuk berpindah dari Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno Hatta. Skytrain dioperasikan tanpa awak dan mulai beroperasi pada September 2017.


Salam Xplorasi!!!