Masjid nasional negara Republik Indonesia ini terletak di arah Timur Laut lapangan Medan merdeka yang ditengahnya terdapat salah satu ikon Kota Jakarta Monumen Nasional (Monas) tempat ini berada di pusat Ibukota Jakarta. Disebelah timur masjid ini juga berdiri Gerje Katedral. Memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai yang berlapis marmer serta dihiasi ornamen geometrik dari baja anti karat. Menurut sejarahnya, pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden RI pada masa itu, Ir. Soekarno. Ada keunikan tersendiri bahwasanya arsitek masjid yaitu Frederich Silaban merupakan seorang nasrani.
Memiliki bangunan utama yang terdiri dari lima lantai dan satu lantai
dasar, sebuah kubah yang berukuran besar dengan diameter 45 meter ditopang 12
tiang raksasa, menjadi mahkota dari masjid. Masjid ini mampu menampung lebih
dari 200 ribu jamaah. Menara tunggal dengan tinggi total 96,66 meter menjulang
ke langit disudut selatan selasar masjid. Kemegahannya dijadikan sebagai salah
satu daya tarik wisata rohani, disamping digunakan sebagai ibadah masjid juga
digunakan sebagai area kantor organisasi islam di Indonesia, berbagai aktivitas
sosial sering diadakan disana.
Kebanyakan wisatawan datang dari dalam negeri (domestik), bahkan juga
beberapa wisatawan asing mulsim. Untuk wisatawan non Muslim yang berkunjung
didampingi oleh pemandu dan akan diberikan pembekalan informasi mengenai isi
masjid ini, dan bagian dari masjid terbatas untuk dapat dikunjungi mereka. Sering
disiarkan secara langsung melalui TV Nasional maupun swasta untuk acara-acara
besar Islam seperti saat Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, peringatan Maulid
Nabi Muhammad SAW, dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di
Asia Tenggara. Rasa syukur terhadap kemerdekaan negara RI atas penjajahan yang
dialami menjadikan masjid ini sebagai istiqlal yang diartikan Merdeka. Awalnya
ide untuk pembangunan masjid dari Bapak KH. Wahid Hasyim (menteri Agama pada
saat itu) sehingga dibentuk panitia pembangunan masjid Istiqlal yang dipimpin
oleh Bapak Anwar Cokroaminoto yang menyampaikan ke Bapak Presiden dan disambut
hangat serta mendapat bantuan sepenuhnya dari kepresidenan.
Ketika berjalan berkeliling Masjid, kita dapat menemukan Bedug dan
Kaligrafi. Bedug masjid Istiqlal terbesar di Indonesia, dengan ukuran garis
tengah depan 2 meter, garis tengah bagian belakang 1,71 meter, panjang 3 meter,
berat 2.30 ton dan Jenis kayu meranti merah yang berasal dari Kalimantan Timur.
Kaligrafi di ruang utama bagian depan, sebelah kanan lafaz jalalah (Allah), di
ruang surat Thaha ayat ayat 14, dan sebelah kiri lafaz serta ditengah-tengah
lingkaran kubah lafadz ayat Qursi dan Surat Al-Ikhlas.
Salam Xplorasi…!!!
No comments:
Post a Comment