Saturday, 17 November 2018

BSPC Goes To Bangkok – Mengunjungi Candi Fajar (Kuil Wat Arun)


Masih dari BSPC goes to Bangkok… seperti pada postingan saya sebelumnya Khlong Lat Mayom, kami melanjutkan hunting foto ke tempat wisata yang sangat terkenal di Bangkok yaitu Kuil Wat Arun, salah satu tempat dimana kita bisa menikmati kearifan budaya lokal Thailand sambil menikmati si Candi Fajar yang mempesona. Jarak tempuh dari Khlong Lat Mayom ke Wat Arun sekitar 45 menit sampai 1 jam tergantung trafik, karena memang tingkat kemacetan di kota Bangkok cukup parah.


Wat Arun merupakan kuil yang penuh dengan sejarah ini memiliki nama lain Candi Fajar, seperti yang saya katakana diatas tadi. Kalau menurut saya kuil ini cantik dengan dominasi warna putih dan emas disetiap ujungnya. Namun sebagai bangsa Indonesia, saya merasa Candi Borobudur jauh lebih megah daripada kuil ini. Letaknya sangat strategis, selain dekat dengan pusat kota Bangkok kuil ini terletak dipinggiran Sungai Chao Praya. Sungai ini digunakan untuk jalur transportasi air, perahu-perahu banyak disediakan untuk kebutuhan para wisatawan.



Setiap hari wisatawan berlalu lalang disungai ini, bahkan pada saat musim liburan penyebrangan melalui kapal ini sangat padat, sayangnya kami tidak bisa mencoba karena masalah waktu yang tidak memungkinkan. Kalau nanya sama mbah google nih yah, candi ini sebenarnya memiliki nama asli Wat Arunratchawararam Ratchaworamavihara (agak belibet yah lidah orang Indonesia, hehehe). Kuil ini dibangun pada era kerajaan Ayutthaya atau lebih dikenal dengan Wat Makok.


Memiliki nilai seni yang tinggi dengan banyak ornament indah, dimana setiap detail ornament akan mengingatkan kepada pengunjung dengan sebuah guci porselen yang berpadu dengan keramik antic dari negeri China. Anak tangga dibuat dengan ukuran sempit dan menukik shingga memaksa setiap orang untuk berhati-hati pada saat naik ataupun menuruni tangga. Sebenarnya pada saat fajar atau saat senja kuil ini akan terlihat sangat indah, namun kami tiba di lokasi ini pada teriknya siang hari.


Kami juga tidak berkesempatan untuk menaiki tangga hingga mencapai puncak, karena jalan menuju ke atas ditutup. Padahal apabila kita berhasil naik ke puncak candi, maka anda bisa menikmati suguhan pemandangan alam yang sangat khas pada Sungai Chao Phraya, bahkan dapat juga melihat sebagian kota Bangkok. Para pengunjung juga bisa membeli berbagai macam produk souvenir khas Thailand, yang ditawarkan oleh para pedagang di sekitaran area Dermaga.


Dengan biaya masuk sekitar 50 Bath, untuk objek wisata yang satu ini saya rasa masih bisa menjadi rekomendasi buat para wisatawan yang akan berkunjung ke Bangkok. Selain itu juga apabila anda kehausan dan ingin membeli Es Kelapa Muda disekitaran dermaga, mereka para penjualnya bisa berbahasa Indonesia. Bahkan juga mereka masih mau loh menerima uang rupiah kita. Kuil ini buka mulai pukul 08.00 sampai 17.30.  Sangat cocok untuk dikunjungi bersama teman-teman atau keluarga.


Salam Xplorasi…!!!

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2015-2019 | XPLORASI